HomeKorupsi

Dirut PT Garam Ditangkap Atas Kasus Izin Impor

Dirut PT Garam Ditangkap Atas Kasus Izin Impor

JAKARTA, SUARADEWAN.com – Direktur Utama (Dirut) PT Garam, Achmad Budiono terpaksa mendekap penjara oleh tim Direktorat Tindakan Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Mabes Polri. Penangkapan itu karena tersangka terlibat dalam kasus dugaan penyalahgunaan izin importasi dan distribusi garam.

Temuan Bareskrim Mabes Polri adalah berupa adanya dokumen PT Garam yang merubah rencana impor garam konsumsi menjadi garam industri. Bahkan sebelumnya, Satgas Pangan juga telah menyegel pabrik olahan garam milik PT Garam persero tersebut yang berada di Jalan Darmo Sugondo, Kebomas, Gresik, Jawa Timur.

Tersangka ditangkap di rumah dengan alamat perumahan Prima Lingkar Luar Blok B3 No.28-29  rt05/rw 08 Kel Jati Bening, Kec Pondok Gede,  Kota Bekasi Jawa Barat, pada Sabtu (10/6) sekitar pukul 14.00. Penangkapan tersebut terkait dengan dugaan tindak pidana penyimpangan importasi & distribusi garam industri sebanyak 75.000 ton.

Baca Juga:  BUMN Transportasi Paling Berdarah-darah Lawan Corona

PT Garam selaku BUMN menerima penugasan dari Menteri BUMN untuk mengimport garam konsumsi dalam rangka pemenuhan kebutuhan garam konsumsi nasional. Namun sesuai Surat Persetujuan Import yang dikeluarkan oleh Kemeterian Perdagangan, yang diimpor oleh PT Garam adalah garam industri dengan kadar NaCL diatas 97%.

Kemudian garam industri yang diimport tersebut sebanyak 1000 ton dikemas dalam kemasan 400 gram dengan merek Garam cap SEGI TIGA G, dan dijual untuk kepentingan konsumsi. Sementara sisanya 74.000 ton di perdagangkan / didistribusikan kepada 45 perusahaan lain.

Sebagaimana tertuang dalam pasal 10 Permendag 125 tahun 2015 tentang ketentuan importasi Garam, bahwa importir garam industri dilarang memperdagangkan/memindahtangankan garam industri kepada pihak lain. Sementara yg dilakukan PT Garam bukan hanya memperdagangkan/memindahtangankan bahkan mengemas menjadi garam konsumsi untuk dijual kepada masyarakat.

Baca Juga:  Rugi 6 BUMN Ini Justru Semakin Besar Setelah Dapat Suntikan Modal Negara

Terhadap tersangka diduga melanggar ketentuan sebagaimana diatur dalam pasal 62 UU Perlindungan Konsumen, pasal 3 UU Tindak Pidana Korupsi dan pasal 3,5 UU Pencegahan dan Pemberantasan TPPU, dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun.

Bocornya garam industri untuk kepentingan konsumsi tentu akan melemahkan produksi garam petani dalam negeri, dan akan menghambat program nawacita presiden. Bareskrim Polri akan terus mendukung program Presiden Jokowi terkait dengan swasembada pangan termasuk juga swasembada Garam.

(sumber melalui pesan Whats’Up)

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS: 0