HomePolitik

Demi Politik yang Beretika, Setya Novanto Harus Mundur dari Jabatannya

Demi Politik yang Beretika, Setya Novanto Harus Mundur dari Jabatannya

TANGSEL, SUARADEWAN.com – Penetapan Setya Novanto sebagai tersangka kasus korupsi e-KTP mengundang perhatian sejumlah kalangan. Pasalnya, posisinya sebagai Ketua DPR RI sudah dinilai tidak relevan dengan status hukum yang disandangnya.

Menyoroti hal tersebut, Kepala Sekolah Potisi Muda Yayasan Satunama Yogyakarta Insan Kamil beranggapan, bahwa langkah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sudah tepat.

Selama ini, Kamil menyebutkan, KPK tidak sembarangan dalam menetapkan seseorang sebagai tersangka. Terlebih nama Ketua Umum Politisi Golongan Karya (Golkar) ini kerap disebut-sebut oleh terdakwa Irman, Sugiharto dan Andi Narogong.

Insan Kamil, Kepala Sekolah Potisi Muda Yayasan Satunama Yogyakarta

“Saya pikir langkah KPK sudah tepat, apalagi dugaan korupsi E-KTP oleh Setya Novanto itu kan menjadi perhatian publik. Terlebih, nama Setya Novanto beberapa kali disebut-sebut oleh Irman, Sugiharto dan Andi Narongong,” ujar Insan Kamil Kepada SuaraDewan.com, pada Kamis (20/7).

Baca Juga:  Ketua DPR RI Kunker ke Kawasan FTZ, Sekaligus Lantik Ketua DPD Golkar
Baca Juga:  Divonis Membayar Uang Pengganti, Setnov Terancam Bangkrut

Dengan demikian, Kamil menjelaskan, dalam politik yang beretika, sudah sepantasnya Setya Novanto mundur dari jabatannya sebagai Ketua DPR RI dan Ketua Umum Partai Golkar.

“Dalam konteks politik yang beretika, seyogyanya Setya Novanto ini mengundurkan diri. Baik sebagai Ketua DPR RI, maupun Ketua Umum Partai Golkar. Karena ini berat juga, kalau Partai Golkar masih mempertahankan dia,” tandasnya. (fn)

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS: