HomeSosial Budaya

DMI Keluarkan Imbauan Tolak Sumbangan Ahok, Ini Kata Menteri Agama

Surat Imbauan DMI dan MUI Kecamatan Jagakarsa

JAKARTA, SUARADEWAN.com – Saat ini tengah beredar di jejaring sosial surat dari Pimpinan Cabang Dewan Masjid Indonesia (DMI) dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Jagakarsa yang berisi imbauan agar menolak bantuan dari calon Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaya Purnama alias Ahok.

Dalam surat itu pimpinan DMI dan MUI Kecamatan Jagakarsa meminta para pengurus masjid untuk menolak tawaran renovasi masjid dari tim sukses Ahok maupun dari organisasi pendukung Ahok seperti Relawan Nusantara (RelaNU).

Merespon hal itu, Ahok menuturkan dirinya tidak mempermasalahkan imbauan penolakan itu, sebab itu bukan hal yang besar. Menurut Ahok jangankan imbauan penolakan sumbangan, bahkan ada juga beberapa masjid di Jakarta yang menolak menshalatkan jenazah pendukungnya.

“Enggak apa-apa. Menolak bantuan itu nggak dosa gede. Menolak salatin orang mati aja berani, (meski) melanggar aturan. (Kalau cuma) Menolak bantuan mah biasa aja,” kata Ahok di Jakarta, Rabu (22/3).

Sementara itu, menurut Menteri Agama RI Lukman Hakim Saifuddin, setiap pengurus masjid alangkah baiknya tidak bersikap diskriminatif terhadap pihak-pihak yang hendak memberi sumbangan. Sebab rumah ibadah semestinya menjadi tempat yang mengundang perdamaian dan menyebarkan kerukunan, bukan sebaliknya.

“Saya mengimbau hal-hal seperti itu sebaiknya dihindari. Marilah jadikan agama sebagai sesuatu kekuatan yang justru mengayomi semua kita, merangkul semua kita. Bahkan terhadap mereka-mereka yang berbeda. Setajam, sekeras apapun perbedaan itu,” kata Lukman.

Menurut Lukman, rumah ibadah adalah tempat di mana setiap orang seharusnya merasa damai dan terlindungi. Sedangkan sikap diskriminatif yang dimunculkan para pengurus rumah ibadah terhadap pihak tertentu, justru malah membuat tujuan itu menjauh dari realisasinya.

“Semua rumah ibadah untuk betul-betul menjadikan agama sebagai sesuatu yang melindungi, menjaga harkat, martabat, derajat manusia,” imbuh Lukman. (ZA)

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS: