HomeInternasionalEropa-Amerika

Donald Trump Menjadi Presiden Ketiga Negeri Paman Sam yang Dimakzulkan

Donald Trump Menjadi Presiden Ketiga Negeri Paman Sam yang DimakzulkanKetua DPR AS Nancy Pelosi mengetuk palu atas pemakzulan Presiden Donald Trump karena penyalahgunaan jabatan (19/12)

JAKARTA, SUARADEWAN.com — Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dimakzulkan karena penyalahgunaan kekuasaan dalam voting di DPR AS, Kamis (19/12) WIB.

Dalam voting yang berakhir dengan 230 mendukung dan 197 menolak, DPR AS menjadikan Trump sebagai presiden ketiga sepanjang sejarah ‘Negeri Paman Sam’ itu yang dimakzulkan.

Presiden Richard Nixon mundur pada Agustus 1974 untuk menghindari pemakzulan terkait skandal Watergate. Pemakzulan Donald Trump adalah kali ketiga DPR Amerika melancarkan pemakzulan, yang pertama terhadap Presiden Andrew Johnson pada 1986, tapi kemudian dibebaskan oleh Senat. Dan kemudian Clinton pada 1999, tapi dibebaskan oleh Senat.

Baca Juga:  Pakar: Trump Bisa Sembrono Serang Iran Jelang Lengser

Baca juga: Skandal Presiden-Presiden Yang Digulingkan

Presiden AS, Donald Trump

Keputusan itu membuat Trump akan diadili di Senat AS untuk memutuskan apakah dia akan dilengserkan dari posisinya setelah menjabat selama tiga tahun.

Partai Demokrat mengaku mereka tidak punya pilihan keculain mendakwa Trump yang pemakzulannya mencoreng masa jabatan presiden ke-45 AS itu dan memperlebar perselisihan politik di negara tersebut.

“Yang terancam dalam hal ini adalah ide dasar Amerika,” ujar Adam Schiff, anggota DPR AS yang memimpin penyelidikan pemakzulan Trump.

Baca Juga:  Parlemen Malaysia Sebut 1MDB Terindikasi Pidana, Minta Eks CEO Diselidiki

Voting di DPR AS digelar empat bulan setelah seorang whistleblower membongkar skandal bahwa Trump menekan Presiden Ukraina untuk menyelidiki calon lawannya di Pemilu 2020, Joe Biden.

Kini, DPR AS akan melakukan voting untuk dakwaan pemakzulan kedua yaitu menghalangi penyelidikan terhadap dirinya dengan melarang para pegawai Gedung Putih bersaksi.

Meski kesaksian 17 orang memastikan Trump menyalahgunakan kekuasaanya, Presiden AS itu bersikeras dirinya tidak bersalah.(sd)