oleh

DPR Minta Perhatikan Tiga Hal Ini Dalam Penataan Penyelenggara Umrah

JAKARTA, SUARADEWAN.com — Maraknya penipuan jamaah umrah mendapat perhatian anggota Komisi VIII DPR RI Achmad Mustaqim. Dia menyebut, ada tiga hal yang perlu diperhatikan dalam penataan para penyelenggara ibadah umrah.

“Ada tiga hal yang harus diperhatikan dalam penataan para penyelenggara umrah, Pertama, perlu ada pengetatan dan penertiban biro perjalanan umrah” kata dia, Rabu (4/4).

Berdasarkan data yang diterimanya, terdapat sekitar 700 penyelenggara umrah di Indonesia. Namun, dari jumlah tersebut sebanyak 50 persen tidak mengantongi izin resmi. Politikus PPP itu mengatakan, Kementerian Agama (Kemenag) harus masuk, khususnya dalam hal pengetatan perizinan sesuai undang-undang. Dengan demikian, jumlah penyelenggara ibadah umrah lebih rasional.

Kedua, animo umat Islam beribadah umrah semakin meningkat. Dia mengatakan, Indonesia adalah negara dengan penduduk Muslim terbesar di dunia, sekaligus menjadi penyuplai jamaah umrah terbesar. “Kondisi itu membuat para penyelenggara umrah tertarik berkecimpung pada bisnis tersebut,” kata dia.

Baca Juga:  Dewan Masjid Indonesia Kritik Pedoman Isi Ceramah dari Kemenag

Baca juga: Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji Tahun 2018 Disepakati Sebesar Rp.35.235.602

Selain itu, Mustaqim mengatakan, kenyataannya untuk bisa beribadah haji yang ada sekarang ini, membuat umat Islam harus mengantri puluhan tahun. Dengan demikian, ibadah umrah sebagai haji kecil menjadi pilihan untuk melaksanakan ibadah utama bagi umat Islam.

Ketiga, niat baik para penyelenggara ibadah umrah. Menurut dia, banyaknya jumlah penyelenggara umrah memiliki dampak positif dan negatif.

Baca Juga:  Tak Masuk 200 Rekomendasi Mubalig Kemenag, Abdul Somad: Jadwal Saya Sudah Penuh Hingga 2020

Ia menyebut, salah satu dampak negatif, yakni adanya upaya menarik minat calon jamaah, seperti, menawarkan harga paket yang terlalu murah. Padahal, harga tersebut tak rasional untuk pembiayaan ibadah umrah sendiri.

Di sisi lain, dia mangatakan, semakin tinggi animo masyarakat melakukan ibadah umrah, menyebabkan sebagian calon jamaah tak hati-hati dan mudah tergiur. Sehingga, peristiwa penelantaran jamaah umrah, bisa menjadi perhatian bersama. (ihr)

Komentar

Berita Lainnya