DPR RI Inspeksi Produksi Pertanian dan Kendali Harga

SUARADEWAN.com – DPR RI, melalui Komisi VI, dalam kunjungan kerja ke Kabupaten Indramayu pada Kamis, 17 November 2022, menyampaikan bahwa pemerintah harus meningkatkan produksi pertanian untuk menghindari krisis pangan.

Di Indramayu, Komisi VI DPR RI melakukan kunjungan, terutama ke PT Rajawali Nusantara Indonesia.

Herman Khaeron, anggota Komisi VI DPR RI, juga mengatakan bahwa tantangan dalam penyediaan pangan adalah mengendalikan harga.”Untuk saat ini memang masih aman tapi saya tekankan agar kurangi impor terutama dari negara yang sedang berkonflik agar krisis pangan dan kenaikan harga tidak terjadi,” ujarnya.

Baca Juga:  Ini Penjelasan Bank Indonesia Tentang Uang Kertas Rupiah Baru

Ia mengatakan bahwa berdasar Laporan Perkembangan Harga, Inflasi, dan Stok Indikatif Bahan Pokok Kementerian Perdagangan, mayoritas komoditas dalam kondisi aman dan di atas normal.

Sedangkan kondisi indeks harga pangan menurut FAO telah melonjak ke rekor tertinggi tahun ini. Pada bulan Maret, indeks tersebut mencapai angka 160 poin. Ini terpaut 24 poin dari bulan September 2022.

Baca Juga:  Ketua Umum ASITA Berharap KTT G20 Mampu Bangkitkan Ekonomi di Sektor Pariwisata

Meski begitu, harga pangan 5,5 persen lebih tinggi dibanding tahun sebelumnya. Harga pupuk juga terlalu mahal bagi banyak petani setelah perang Rusia-Ukraina. Dengan demikian kerentanan kurang pangan meningkat. ***

Tinggalkan Balasan

banner 728x90