HomeDPRD

DPRD DKI Minta Dugaan Malpraktik di Puskesmas Kalideres Diusut Tuntas

DPRD DKI Minta Dugaan Malpraktik di Puskesmas Kalideres Diusut Tuntas

JAKARTA, SUARADEWAN.com — Sri Yuliawati (34), buruh cuci dan gosok yang tinggal di RT 06 RW 03, Pegadungan, Kalideres, Jakarta Barat, meninggal dunia usai menjalani persalinan di Puskesmas Kalideres, Jakarta Barat, Rabu (18/4/2018).

Wakil Ketua Komisi E DPRD DKI Jakarta, Ashraf Ali meminta instansi pemerintah terkait agar mengusut tuntas kasus tersebut.

“Seharusnya, pihak dokter, suster, atau bidan di Puskesmas Kalideres harus ada penjelasan ya, apakah memang pasien ini (Sri) bisa dilakukan persalinan normal atau caesar sebenarnya. Ini harus ada penjelasannya, harus jelas. Masalah seperti ini, harus diusut tuntas instansi terkait,” ungkap Ashraf, pada Sabtu (21/4/2018).

Ashraf pun tak dapat menduga-duga jika pihak dugaan melakukan malapraktik. Dalam kejadian ini, harus dilakukan pemeriksaan mendalam ke pihak puskesmas, baik dokter, suster, maupun bidan yang saat itu tangani persalinan Sri.

Baca Juga:  Mundur Sebagai Wagub DKI, Sandiaga Minta Maaf Kepada Warga Jakarta

“Mereka (Dokter, suster dan bidan) harus kasih penjelasan bagaimana kronologis sebenarnya, biar jelas. Saya enggak menduga-duga perihal Malpraktik. Sebab bisa saja sang pasiennya ini ada penyakit bawaan, bukan lantaran kelalaian pihak puskesmas bersangkutan,” jelas Ashraf.

Tanggapan serupa sebelumnya juga disampaikan oleh Rany Mauliani, Anggota DPRD Komisi E DKI Jakarta juga menyayangkan tindakan pihak Puskesmas Kalideres yang lalai. Rany menduga kejadian itu adalah malapraktik yang dilakukan Puskesmas Kalideres. Ia meminta Puskesmas Kalideres harus mempertanggungjawabkan dan memberikan penjelasan mengenai tragedi yang menimpa warga miskin tersebut.

Baca Juga:  Politisi Nasdem: Alexis Sumbang Hampir Rp 200 Miliar ke PAD DKI Jakarta

“Kalau persalinan normal tidak bisa, kenapa ya harus dipaksakan? Seharusnya petugas, bidan, suster maupun dokter, sudah tahu kalau persalinan secara normal berefek apa terhadap sang ibu (Sri),” katanya.

“Ini dugaan malapraktik. Dalam arti, malapraktiknya dari keputusan dari Puskesmas Kalideres. Mau caesar atau normal? Kalau normal seharusnya tidak terjadi seperti itu,” kata Rany, Jumat (20/4/2018).

Suami Sri, Abdul Rozak (36), sempat bercerita mengenai terjadi kegaduhan di ruang persalinan saat bayi yang menjadi anak kedua pasangan Sri dan Abdul ini lahir. Pria berprofesi satpam ini kaget saat melihat istrinya mengalami pendarahan hebat di ruang persalinan. (WK)

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS: 0