DPRD  

DPRD Tangsel: Predikat Kota Layak Anak Tangsel Seharusnya Jadi Acuan Bersama

TANGSEL, SUARADEWAN.com – Anggota Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Tangerang Selatan (DPRD Tangsel) Dewi Indah Damayanti, menghimbau agar predikat Kota Layak Anak (KLA) Kota Tangerang Selatan (Tangsel), dapat dijadikan acuan bersama oleh seluruh elemen masyarakat.

Hal tersebut, disampaikan Indah pasca terungkapnya sejumlah tindak kejahatan seksual, berupa pencabulan dan persetubuhan anak dibawah umur dalam waktu satu bulan terakhir.

“Seharusnya predikat Kota Layak Anak di Tangsel dapat menjadi acuan kita bersama, dalam melindungi perempuan dan anak-anak dari tindak kejahatan seksual,” kata Indah kepada SuaraDewan.com, pada Senin (24/).

Menurutnya, Kota Tangsel sendiri sudah memiliki Satuan Tugas (Satgas) Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA). Akan tetapi pihaknya belum bisa memastikan apakah Satgas PPA ini sudah berjalan dengan maksimal atau belum.

Baca Juga:  DPRD Tangsel: Silaturrahim Untuk Sinergitas

“Tangsel sudah ada Satgasnya dan sudah berjalan, tapi mungkin belum maksimal karena minimnya anggaran. Kalau memang nantinya itu sangat dibutuhkan untuk mengakomodir kegiatan PPA, tentu kita akan dorong supaya bisa terakomodir semua,” ujar Indah.

Dari hasil rapat panitia khusus Kota Layak Anak, sambung Indah, Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) sudah ditembuskan ke Provinsi Banten. Akan tetapi hingga saat ini belum ada tanda-tanda persetujuan.

Baca Juga:  Legislator Tangsel: Festival Kicau Burung Untuk Melindungi Satwa

“Dengan kejadian semacam ini, tentu harapan kami kita semua dapat sadar akan hak-hak perempuan dan anak. Kami sendiri sampai saat ini masih menunggu hasil raperda yang kami tembuskan ke Provinsi Banten,” sambung Indah.

Seperti diketahui, dalam waktu satu bulan terakhir pihak Kepolisian Kota Tangsel telah mengungkap dua kasus tindak kejahatan seksual terhadap dibawah umur. Dua diantara merupakan korban pencabulan dan persetubuhan, yang dilakukan oleh ayah tirinya. Sementara satu diantaranya, merupakan korban persetubuhan yang dilakukan oleh ayah kandungnya sendiri, hingga dua kali melahirkan. (fn)

Tinggalkan Balasan

banner 728x90