HomeDaerahNusa Tenggara

DR. Aksi Sinurat: Pekerjaan Tidak Sesuai Spek Bukti Dinas PUPR Rote Ndao Lemah Pengawasan

DR. Aksi Sinurat: Pekerjaan Tidak Sesuai Spek Bukti Dinas PUPR Rote Ndao Lemah Pengawasan

ROTE NDAO, SUARADEWAN.com — Pengamat Hukum Asal Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) DR. Aksi Sinurat menilai Dinas PUPR lemah dalam melakukan pengawasan sehingga ada pekerjaan konstruksi yang tidak sesuai spesifikasi teknis.

Hal tersebut disampaikan Dr. Aksi saat menanggapi pekerjaan Proyek Jalan Lapisan Penetrasi (LAPEN) Lintas Jalan Kenamaoen-Maeoen, yang dikerjakan oleh kontraktor diduga tidak sesuai dengan spesifikasi teknis yang telah ditentukan.

“Jika masih ada kontraktor yang bermain-main dengan bahan material pembangunan infrastruktur proyek jalan yang tidak sesuai dengan Spesifikasi Teknis (Spek), maka hal ini tentu sangat disayangkan dan juga sangat disesalkan kok pengawasan dari pihak Dinas PUPR sangat lemah kalau tidak dikatakan tidak ada sama sekali,” kata dia, Kamis (19/8/2021).

Seperti yang diberitakan media ini sebelumnya Pekerjaan Lapen Lintas Kenamoen–Maioe Diduga Gunakan Sertu Berlumpur mengundang pertanyaan berbagai pihak, sebab setiap pembangunan yang diperuntukkan untuk kepentingan masyarakat sudah seharusnya semua ikut berperan untuk mengawal kualitas pembangunan tersebut, apakah sesuai antara dana besar yang dianggarkan dengan kualitas bangunan tersebut.

Dr. Aksi Sinurat, SH., M.Hum. Dosen FH & Pascasarjana Ilmu Hukum Undana

Proyek yang akan menghabiskan dana sebesar Rp.6,3 miiar tersebut jika tidak dilaksanakan sesuai spektek tentu tidak akan bertahan lama dan jelas akan merugikan masyarakat sebagaimana penerima manfaat.

Baca Juga:  Dinkes Rote Ndao Turun Tangan Bantu Penumpang Dengan Rapid Antigen Murah

“Kalau diduga tidak sesuai dengan Spek, berarti baik kontraktor maupun pihak pengawas harusnya dapat membenahi kualitas bangunan tersebut, apalagi ada pihak yang mewakili masyarakat yang menyatakan bahwa proyek pembangunan jalan tersebut diduga menggunakan material sertu berlumpur yang tidak sesuai spek. Pihak Dinas PUPR Kabupaten Rote Ndao seharusnya dapat menjalankan fungsi pengawasannya agar dapat mencegah tidak terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan,” tambah Dr. Aksi.

Dr. Aksi juga menyampaikan jika Masyarakat tentu dapat berperan serta untuk menyampaikan informasi tentang adanya peristiwa pembangunan proyek jalan yang dianggap tidak sesuai dengan kualitas material yang sesungguhnya.

“Di era keterbukaan ini, seharusnya pihak kontraktor dan pihak yang berkompeten untuk mengawasi proyek tidaklah alergi dengan pantauan masyarakat tentang kualitas bangunan tersebut, karena untuk apalah dibangun suatu pembangunan jalan yang tidak berkualitas yang mengeluarkan anggaran cukup besar mencapai 6 M lebih, tetapi karena tidak berkualitas maka dalam waktu relatif singkat jalan tersebut pasti akan mengalami kerusakan,” pintanya.

Baca Juga:  Terbitkan Rekomendasi Tanpa Cross Check, Camat Rotsel Tidak Paham UU Desa

Pihak kontraktor atau pengawas janganlah kiranya alergi atau terusik atas pertanyaan pihak awak media atau pihak masyarakat mempertanyakan kualitas pekerjaan tersebut.

Menurutnya Ini semua merupakan kontrol terhadap proyek jalan yang memakan biaya tidak sedikit. Kontrol demikian agar setiap kontraktor dan pengawas dalam melaksanakan tugas dan fungsinya untuk kepentingan masyarakat janganlah kiranya main-main dengan kualitas material bangunan.

Adapun pihak awak media melakukan fungsi kontrolnya tentu hal tersebut merupakan sesuatu yang amat baik dan bermanfaat guna memberikan informasi dan masukan kepada pihak-pihak yang berkompeten dan kepada masyarakat tentang kualitas proyek jalan yang telah dilakukan oleh kontraktor.

“Mari kita semua dapat mempertanggungjawabkan setiap tugas dan pekerjaan yang dipercayakan kepada kita secara baik,” tutupnya. (Dance Henukh)

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS: 0