HomeDaerahJabodetabek

Dukung Percepatan Vaksinasi, Pemkab Bogor Luncurkan Mobil Vaksin Keliling

Dukung Percepatan Vaksinasi, Pemkab Bogor Luncurkan Mobil Vaksin Keliling

BOGOR, SUARADEWAN.com — Bupati Bogor, Ade Yasin meluncurkan mobil vaksinasi Covid-19, Senin (19/7). Dia berharap, mobil itu akan keliling Kabupaten Bogor, untuk menjangkau seluruh masyarakat agar mendapatkan vaksin.

“Mobil vaksin keliling ini, untuk menjangkau wilayah yang memang tidak terfasilitasi oleh kegiatan vaksinasi massal maupun jauh dari puskesmas. Jadi mobil ini keliling, mengantarkan vaksin, sekaligus mengedukasi mengenai pentingnya vaksinasi,” kata Ade.

Ade menerangkan, saat ini, setiap Senin dan Rabu, Pemkab Bogor melakukan vaksinasi massal di 40 Kecamatan dengan satu kali vaksin targetnya 2.000 dosis, artinya satu hari 80.000 dosis, dengan target seminggu 160.000 orang divaksin.

Baca Juga:  Bogor Sandang Kota Ramah Anak, Bupatinya Malah Tak Ramah ke Anak Difabel

“Vaksin keliling ini guna mendukung percepatan vaksinasi di Kabupaten Bogor, demi memutus mata rantai penyebaran virus Covid-19. Bagi yang ingin didatangi vaksin keliling, sebaiknya mendaftar dulu, karena banyak permintaan juga, jadi sebaiknya mendaftar dulu ke Dinas Kesehatan untuk kemudian akan kami datangi satu per satu,” terang Ade.

Selain itu, Pemkab Bogor juga menerima sejumlah bantuan berupa 1.000 Alat Pelindung Diri (APD) dari Chevilly Resort and Camp, 80 peti jenazah dari Yayasan Cahaya Sunnah (Rodja), dan delapan hewan kurban dari Sekolah Peternakan Rakyat. Ade Yasin mengucapkan terima kasih atas nama pemerintah dan masyarakat Kabupaten Bogor karena sudah bergotong-royong menangani pandemi Covid-19.

Baca Juga:  Bupati Bogor Siapkan Rp13 Miliar Untuk Program Beasiswa bagi 1.200 Warganya

“Terima kasih, Alhamdulillah kami mendapatkan bantuan berupa berupa Alat Pelindung Diri (APD), peti jenazah, dan hewan kurban. Saya memang menyarankan kepada warga yang mampu untuk berkurban, yang hasilnya bisa diberikan kepada masyarakat yang membutuhkan,” ucap Ade.

Ade menambahkan, hewan kurban tersebut bisa dipotong di Rumah Pemotongan Hewan (RPH) atau dititipkan ke DKM Masjid yang mengelola hewan kurban. Jadi tidak boleh ada kerumunan saat melakukan penyembelihan hewan kurban, hanya dilakukan panitia kurban dan itu pun tetap menerapkan protokol kesehatan secara ketat. [mer/eko]

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS: