HomeMPR RI

Dukungan Ketua MPR kepada Putra Putri TNI AD untuk Jaga Wawasan Kebangsaan

Dukungan Ketua MPR kepada Putra Putri TNI AD untuk Jaga Wawasan Kebangsaan

JAKARTA, SUARADEWAN.com — Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Zulkifli Hasan menerima pengurus Himpunan Putera Puteri Keluarga Besar TNI Angkatan Darat (Hipakad) di ruang kerja Gedung Nusantara III, Komplek Parlemen Jakarta, Kamis (5/4). Jajaran pengurus Hipakad dipimpin Ketua Umum Hipakad Hariara Tambunan.

Kepada Ketua MPR, Hariara memperkenalkan sebagai pengurus Hipakad yang baru dikukuhkan dan dilantik pada Maret 2018. Hipakad yang berdiri sejak 1963 sempat mengalami kevakuman.

“Sekarang kita mulai aktifkan kembali,” ujar Hariara Tambunan.

Merespons dinamika pada tahun politik ini khususnya menjelang Pileg dan Pilpres, kata Hariara Tambunan, Hipakad akan memfokuskan wawasan kebangsaan kepada anggota Hipakad. Untuk itu Hipakad merencanakan sosialisasi Empat Pilar MPR bekerja sama dengan MPR.

Ketua MPR Zulkifli Hasan menerima jajaran pengurus Hipakad dipimpin Ketua Umum Hipakad Hariara Tambunan

“Hipakad ikut aktif merespons dinamika yang terjadi, tetapi dalam politik Hipakad bersikap netral. Hipakad independen,” ujarnya.

Baca Juga:  Ketua MPR: Tidak Boleh Indonesia itu Dijadikan Negara Islam ataupun Negara Komunis

Zulkifli Hasan menyambut baik rencana Hipakad untuk fokus pada wawasan kebangsaan. Hal ini sejalan dengan tugas MPR sesuai perintah UU untuk mensosialisasikan Empat Pilar MPR.

Baca Juga:  Zulkifli Hasan : Jupe Meninggal di Bulan Baik, Semoga Diterima di Sisi Allah

Zulkifli meminta Hipakad untuk memperkuat persatuan dan menjahit merah putih. Menurutnya di tahun politik ini harus lebih memperkuat persatuan.

Dalam pesannya Zulkifli meminta agar tidak ada lagi persoalan SARA. “Kita sudah selesai dengan persoalan SARA. Jadi jangan lagi membawa-bawa soal SARA. Ini tahun politik, isu politik boleh tapi jangan bawa SARA,” pintanya.

Zulkifli juga menegaskan Pilkada, Pileg, dan Pilpres jangan mempertaruhkan segala-galanya. Pilkada, Pileg, dan Pilpres adalah periistiwa biasa setiap lima tahun. “Jadi jangan mempertaruhkan segalanya. Masa kita harus berkelahi gara-gara Pilkada, Pileg atau Pilpres,” ucapnya.

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS: 0