Duta Sudan untuk Indonesia Janji Permudah Ikhwan Thoriqoh Qodiriyah, Jika Hendak Berkunjung ke Sudan

SUARADEWAN.com – Duta Sudan untuk Indonesia Syaikh Muhammad al-Amin menghadiri acara Daurah Ilmiah
dan Pengukuhan Pengurus Pusat Ikhwan Thoriqoh Qodiriyah Arokiyah (PP ITQA) Indonesia di Istiqlal, Minggu (25/12/22).

Ia mengaku sangat bahagia dan tidak menyangka bisa hadir di acara, yang penuh dengan ulama dan orang-orang saleh itu.

“Saya tidak menyangka bisa diberi kesempatan berdiri di hadapan para ulama dan orang saleh di sini,” ujarnya.

Kemudian Duta Sudan menjelaskan tentang bagaimana kisah Nabi Muhammad dan para pencintanya, yang mana selalu menarik untuk dikaji atau diambil hikmahnya oleh para muhibbin (pecinta orang soleh).

“Kisah Nabi Muhammad dan para pecintanya tidak akan pernah mengenyangkan (membosankan) bagi kita,  para pencintanya (muhibbin),” paparnya.

“Banyak ulama dan orang seleh, mendapatkan atau memeroleh anugerah, menulis ilmu dan hikmah.  Semua itu bersumber dari ilmu Rosulullah,” jelas Syaikh Muhammad al-Amin.

“وكلهمْ من رسول اللهِ ملتمسٌ”
Syaikh al-Amin mengutip potongan sya’ir dari Imam Bushairi dalam kitab Burdahnya. Begini lanjutannya: غَرْفاً مِنَ البَحْرِ أوْ رَشْفاً مِنَ الدِّيَمِ
Antinya: Semua memohon dari diri Rasululloh sang Nabi#
Seciduk lautan ilmu dan setetes hujan budi pekerti.

“Sumber segala sesuatu, sumber perbaikan, semua berasal dari Rasulullah, barang siapa yang ingin sukses ikutilah Rasulullah.  Karena Nabi adalah teladan (uswah),” paparnya.

“Rasulullah adalah uswah. Itu khusus untuk Nabi Muhammad. Sedangkan orang-orang saleh setelahnya, disebut qudwah.  Nabi bersabda:
أصحابي كالنجوم بأيهم اقتديتم اهتديتم

“Sahabatku bagaikan bintang-gemintang (di malam yang gelap); siapa pun yang kalian ikuti, kalian akan terbimbing.”

Maksudnya adalah, Rasulullah itu panutan bagi seluruh umat. Allah langsung yang menyebutkannya dalam al-Qur’an dengan ‘uswah’. Jadi,  predikat tersebut khusus untuk Nabi Muhammad. Sedangkan orang-orang saleh setelahnya, meskipun juga bisa dijadikan sebagai panutan, disebutnya ‘qudwah’.

Setelah itu,  Syaikh Muhammad al-Amin mengucapkan terima kasih kepada hadirin dan minta maaf, kalau sambutannya terlalu panjang. Duta Sudan untuk Indonesia juga menjanjikan bagi Ikhwan Thoriqoh Qodiriyah yang ingin berkunjung ke Sudan akan dipermudah terkait administrasinya.

“Maaf kalau terlalu panjang.  Terima kasih telah menyelenggarakan acara ini.  Terbentuknya Thoriqoh ini bisa menjadi penguat ukhwah antara Indonesia dan Sudan. Saya akan mempermudah Ikhwan Tohriqoh Qodiroyah kalau mau berziarah ke Sudan,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

banner 728x90