Empat Hari Menghilang, Siswi MTs Muhammadiyah Ciputat Mengaku Disetubuhi Pacarnya

TANGSEL, SUARADEWAN.com – ASS (13) Siswi MTs Muhammadiyah 1 Ciputat Kota Tangerang Selatan (Tangsel) yang dibawa lari oleh pacarnya, akhirnya kembali ke rumah setelah empat hari dalam masa pencarian oleh pihak keluarga dan Tim Vipers Polres Tangsel.

Dalam pengakuannya, FS (15) pacar korban mengaku dibantu saudaranya, Hadi Wijaya (19), membawa ASS ke kontrakan di daerah Duri Kosambi, Tangerang untuk bermalam. Di kontrakan itu lah persetubuhan terjadi hingga lebih dari satu kali.

“Dikontrakan itu saya berhubungan badan beberapa kali, jadi melakukannya waktu saudara saya nggak ada di kontrakan. Kontrakan itu punya saudara saya (Hadi Wijaya),” kata FS di Mapolres Tangsel, pada Sabtu (23/12/2017).

Ditempat yang sama, Kapolres Tangsel AKBP Fadli Widiyanto memaparkan, awal perkenalan antara FS dan korban ASS melalui grup sosial media (sosmed) Whatsapp. Kedua sepasang kekasih ini diketahui tergabung dalam grup The Jack, suporter salah satu klub sepak bola kawakan di Jakarta.

Baca Juga:  DPR RI: Pemerintah Harus Percepat Pembangunan NTB
Kapolres Tangsel AKBP Fadli Widiyanto saat menyampaikan keterangan kasus dugaan penculikan terhadap siswi MTs Muhammadiyah 1 Ciputat, (23/12)

Baca juga:

“Awalnya adalah mereka sama-sama di grup, kebetulan ada di grup Jackmania, kenal dengan korban. Kemudian melalui Japri (chat langsung) satu minggu sebelumnya, kemudian jadian (pacaran) pada tanggal 17 November 2017,” paparnya

Dikatakan AKBP Fadli, sejak menjadi sepasang kekasih, hubungan asmara keduanya hanya terjalin melalui pesan di media sosial saja. Barulah pada hari Minggu 17 Desember,  FS ditemani Hadi Wijaya menjemput korban di depan gang rumahnya, di jalan Aria Putra, gang Suka Makmur, RT04 RW01, Kelurahan Serua Indah, Kecamatan Ciputat.

Baca Juga:  Bejat, Istri Sakit Rudjito Cabuli Bocah di Bawah Umur

“Hari Minggu dijemput didepan gang, kemudian langsung dibawa oleh kedua pelaku,” katanya.

Setelah ASS dijemput, ketiganya kemudian perjalanan dengan menaiki angkot menuju stasiun Sudimara, dan melanjutkan perjalanan dengan menumpang Kereta Api itu. Kedua pelaku mengajak korban ke Kota Tua di Jakarta Barat. Selanjutnya dibawa ke kontrakan pelaku Hadi Wijaya.

Akibat perbuatannya tersebut, pelaku FS dijerat Pasal 83 Juncto Pasal 76 F dan atau Pasal 82 Juncto 76 E Undang-Undang Nomor 35 tahun 2014 tentang Perubahan atas UU Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dan atau Pasal 332 KUHP.

Sementra pelaku, Hadi Wijaya, dijerat Pasal 55 dan 56 KUHP karena turut membantu melakukan kejahatan. Petugas telah menahan keduanya sambil berkoordinasi dengan Balai Pemasyarakatan (Bapas) dan Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A). (FN)

Tinggalkan Balasan

banner 728x90