Farhat Adukan Ketua KPU, Video Pengakuan Tersebar di Net

SUARADEWAN.comFarhat Abbas mewakili Hasnaeni Moein ‘Wanita Emas’ yang merupakan Ketua Umum Partai Republik Satu dalam gugatan pelecehan seksual yang dilakukan Ketua KPU Hasyim Asy’ari.

Hal tersebut terungkap pasca tidak lulusnya Partai Republik Satu dalam proses verifikasi administrasi partai peserta Pemilu beberapa waktu lalu.

Dalam sebuah video, Farhat mengajukan pertanyaan kepada Hasnaeni Moein atas perlakuan yang diterimanya dari Hasyim.

“Kita mau tau tentang kejadian pelecehan yang dilakukan Ketua KPU terhadap saudari kurang lebih antara bulan Juli-Agustus,” tanya Farhat kepada Hasnaeni.

“Saya tidak bisa berkata apa-apa dan saya tidak bisa mengucapkan apapun, ya kita akan buktikan saja nanti dengan fakta-fakta yang ada dan bukti chattingan saya antara bapak itu (Hasyim Asy’ari),” jawab Hasnaeni.

Lalu Farhat juga menanyakan apakah perlakuan yang diterima Hasnaeni berhubungan dengan kelulusan Partai Republik Satu dalam verifikasi partai.

“Iming-iming untuk meloloskan partai itu ada?” tanya Farhat.

“Sangat, dan saya sangat sedih dengan apa yang dijanjikan dan akhir hidup saya berakhir di penjara,” jawab Hasnaeni.

“Apa yang menyangkut kejahatan seksual itu bisa dibuktikan?” tanya Farhat.

“Bisa dibuktikan, buktinya cukup kuat,” kata Hasnaeni.

Adapun Farhat Abbas mengajukan gugatan atas perlakuan tersebut pada tanggal 22 Desember 2022.

Bukti yang diajukan Farhat Abbas meliputi pengakuan testimoni, rekaman video, bukti percakapan whatsapp, dan foto-foto pembelian tiket ke Yogyakarta, foto-foto kebersamaan, dan lain-lain.

Pada tanggal 24/12/2022, Ketua DKPP, Heddy Lukito, mengatakan bahwa gugatan yang diajukan Farhat Abbas tersebut sedang dalam proses verifikasi.

“Masih dalam proses verifikasi materiel,” jelas Heddy Lukito tanpa memberikan kejelasan lebih lanjut. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

banner 728x90