HomeRagamOlahraga

Final CL: Impian Manchester City Rajai Eropa Pupus di Tangan Chelsea

Final CL: Impian Manchester City Rajai Eropa Pupus di Tangan Chelsea

SUARADEWAN.com — Liga Champions menjadi ajang bergengsi bagi klub-klub Eropa. Status klub terbaik dan elite di benua biru disematkan jika sukses meraih Si Kuping Besar.

Manchester City menjadi satu dari sekian klub di Eropa yang bermimpi meraih trofi Liga Champions. Kenapa? Dikarenakan klub asal Manchester, Inggris ini belum pernah mencicipi sekalipun gelar juara Liga Champions.

Jadi, sangatlah wajar jika Manchester Biru berambisi meraih trofi Liga Champions. Apalagi klub seteru sekotanya, yakni Manchester United, sudah meraih tiga trofi Liga Champions. Impian Manchester City meraih trofi Liga Champions pun hampir terwujud musim 2020/2021 ini. The Citizens berjumpa Chelsea di final Liga Champions musim ini.

Manchester City berbekal status juara Liga Primer Inggris musim 2020/2021 sebelum final Liga Champions bergulir, sebaliknya Chelsea harus berjuang mati-matian mendapatkan tiket Liga Champions musim 2021/2022. Di atas kertas, tentu saja Manchester City lebih diunggulkan membawa pulang trofi Liga Champions dari Porto dibandingkan Chelsea.

Chelsea juara Liga Champions 2020/2021. (Foto: Reuters)

Namun, bola itu bundar bung. Terkadang itung-itungan di atas kertas tidak menjadi garansi sebuah tim bisa memenangkan pertandingan. Terbukti, Chelsea mampu menjinakkan Manchester City yang bermaterikan pemain jempolan di final Liga Champions musim ini.

Baca Juga:  Kalahkan MU di Final Liga Europa, Villareal Jadi Tim Kelima Wakil Spanyol di Liga Champions

Gol Kai Havertz pada menit ke-42 memupuskan impian Manchester City dan para suporternya pada Ahad (30/5) pagi WIB di Estadio Do Dragao, Porto. Impian Sergio Aguero juga pupus ingin menutup kariernya bersama Manchester City dengan mengangkat trofi Liga Champions. Pemain asal Argentina itu terlihat sedih seusai mengetahui klub yang segera ditinggalkannya gagal meraih trofi Liga Champions.

Kevin De Bruyne juga tak mampu menutupi kesedihannya gagal mengangkat trofi Liga Champions. Apalagi sebelum laga berakhir ia harus ditarik ke luar lapangan karena cedera.

Gagal di final Liga Champions sekaligus membuyarkan impian Manchester City meraih treble winner musim ini. The Citizens sebelumnya sudah menggenggam trofi Liga Primer Inggris dan Piala Liga Inggris.

Lantas apakah kegagalan Manchester City ini karena kutukan klub debutan di partai pamungkas Liga Champions? Melihat catatan sejarah, klub-klub yang kali pertama bermain di final Liga Champions selalu gagal keluar sebagai juara.

Baca Juga:  Selamat Hari Raya Idul Fitri Kepada Semua Penggemar Sepakbola Eropa

Sebelum Manchester City ada tujuh klub lainnya, yakni Valencia (2000), Bayer Leverkusen (2002), Monaco (2004), Arsenal (2006), Chelsea (2008), Tottenham Hotspur (2019), dan Paris Saint Germain (2020). The Citizens seolah mewarisi kutukan debutan finalis Liga Champions.

https://youtu.be/Ju0peovXuro

Pep Guardiola pun memaklumi kegagalan timnya di partai puncak Liga Champions. Pelatih berkepala pelontos itu mengatakan, para pemainnya belum memiliki pengalaman bermain di final Liga Champions.

“Ini adalah kali pertama kami bermain di final Liga Champions. Mudah-mudahan kami akan bermain di final Liga Champions pada masa mendatang,” kata Guardiola kepada BT Sport seusai laga final Liga Champions musim ini berakhir.

Guardiola dan para pemain Manchester City tertunduk lesu. Awan kelabu menyelimuti skuat the Citizens. Kondisi miris yang tak jauh berbeda dengan klub tetangganya, yakni Manchester United yang sebelumnya juga gagal meraih trofi Liga Europa musim ini usai dikalahkan Villarreal. (mpc/red)

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS: