Gasifikasi Batubara Disebut Lebih Ramah Lingkungan

Gasifikasi batu bara disebut jauh lebih ramah dari pada penggunaan batu bara dalam PLTU. (Foto:luciafebriarlita17.wordpress.com)

SUARADEWAN.com – Direktur Jenderal Kementerian Mineral dan Batubara (Minerba) mengatakan pihaknya terus melakukan sosialisasi terkait gasifikasi  batubara dan  UU No. 3 Tahun 2020.

Dalam UU tersebut diatur bahwa setiap perusahaan tambang harus menjaga kelestarian lingkungan dan melakukan reklamasi pasca tambang.

“Kami terus mensosialisasikan ketentuan UU No 3 (UU Minerba), dengan sanksi lebih tegas bagi pelaksanaan kewajiban lingkungan,” kata Ridwan Djamaluddin, Ditjen Minerba.

Direktur Pengembangan PT Bukit Asam Tbk (PTBA) Fuad Iskandar Zulkarnain Fachroeddin mengatakan bahwa proyek pengembangan batu bara menjadi gas, atau disebut gasifikasi batubara ini, tidak sama resiko pencemarannya dengan batu bara yang dipakai dalam PLTU.

PTBA adalah salah satu dari beberapa perusahaan yang sudah terikat perjanjian dalam hilirisasi batu bara.

Gasifikasi batubara, Fuad Iskandar menjelaskan, secara teknologi lebih ramah lingkungan.

Karbon emisi yang dihasilkan gasifikasi batubara jauh lebih kecil daripada karbon batu bara  yang dihasilkan PLTU.

Dalam gasifikasi batubara, bahan tambang mentah batu bara diolah menjadi dimethyl ether (DME) yang digunakan sebagai bahan pengganti liquefied petroleum gas atau substitusi LPG.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

banner 728x90