Gedung AA Maramis, Pusat Pemerintahan Era Daendels

SUARADEWAN.com – Beberapa waktu lalu, Presiden Joko Widodo dan Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto hadir dalam Rapat Kerja Nasional Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup yang diselenggarakan di salah satu gedung bersejarah di Jakarta, yaitu Gedung AA Maramis.

Gedung AA Maramis. Gedung tersebut merupakan salah satu bangunan yang dimiliki Kementerian Keuangan. AA Maramis terletak di Jalan Lapangan Banteng Selatan No. 1.

Gedung AA Maramis ini dahulu merupakan istana yang dibangun untuk Daendels, atau disebut Paleis van Daendels.

Daendels membangun istana tersebut ketika memindahkan ibu kota dari Oud Batavia di muara Sungai Ciliwung ke pusat pemerintahannya yang baru di Niew Batavia di Weltevreden.

Pembangunannya memakan waktu 20 tahun, yakni dari 1809 hingga 1828.

Sebelum membuka rapat kerja, Airlangga sempat memperkenalkan sejarah gedung tersebut kepada Presiden Joko Widodo.

“Bapak Presiden, gedung ini baru selesai direnovasi oleh Bu Menteri Keuangan dan gedung yang dibangun tahun 1809 dan [selesai] 1828 ini juga pindah ibu kota, Pak, dari Kota Tua ke Weltevreden, Pak,” tutur Airlangga.

Konsep tata kota Weltevreden adalah pola konsentrik yang menempatkan istana sebagai pusat kegiatan. Di sekeliling istana didirikan bangunan-bangunan penunjang untuk berbagai kegiatan pemerintahan.

Bangunan-bangunan penunjang tersebut di antaranya Lapangan Banteng, Gedung Kementerian Keuangan, Gedung Hoogerechshof atau sekarang dikenal sebagai Gedung Jusuf Anwar. Juga Citadel of Prince Frederick yang sekarang menjadi Masjid Istiqlal. Kemudian Great Palace of Weltevreden (RSPAD), Gedung Kimia Farma, Gereja Katedral, dan Gedung Kesenian Jakarta.

Pada tahun 1836, Department van Financien dibentuk dan menempati Istana Daendels. Gedung ini digunakan untuk operasional keuangan dan diserahkan kepada Kementerian keuangan pada tahun 1950.

Gedung ini kemudian disebut sebagai Gedung AA Maramis untuk mengingat jasa-jasa Alexander Andries Maramis. AA Maramis adalah salah satu pejuang kemerdekaan yang kemudian menjadi Menteri Keuangan pada era awal kemerdekaan.

Pada November 2019, kondisi bangunan Gedung AA Maramis dinyatakan rusak berat dan dipugar. Pemugaran selesai pada Desember 2022. Proses pemugaran dilakukan denga prosedur yang ketat sehingga memenuhi kaidah konservasi benda cagar budaya.

Dalam pemugaran tersebutdilakukan penguatan struktur bangunan, konservasi arsitektur, interior, mekanikal elektrik plumbing (MEP), pemberian pencahayaan khusus, dan penyempurnaan lanskap area.

Pasca pemugaran, Gedung AA Maramis akan digunakan sebagai Museum dan Perpustakaan Keuangan Negara. Gedung ini juga akan digunakan sebagai salah satu tempat jamuan kenegaraan.

Selain itu, pemerintah akan mengintegrasikan kembali Gedung AA Maramis dengan Taman Lapangan Banteng, Masjid Istiqlal, Katedral, Gedung Kesenian Jakarta, dan Pasar Baru sebagai satu kesatuan kawasan wisata warisan (heritage). ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

banner 728x90