DPR RI  

Gelar ‘Lomba Kritik DPR 2018’, Ketua DPR: Kritik Itu Pupuk

JAKARTA, SUARADEWAN.com – Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI di bawah kepemimpinan Bambang Soesatyo membuat gebrakan baru dengan menggelar “Lomba Kritik DPR 2018”. Dengan lomba ini, diharapkan dapat menghilangkan image negatif DPR sebagai lembaga yang anti kritik.

Kegiatan tersebut ada kaitannya dengan UU MPR, DPR, DPD dan DPRD (MD3) yang telah disahkan. Salah satu pasalnya disebut-sebut membuat anggota DPR antikritik yang memberi wewenang Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) mengambil langkah hukum bagi pihak yang ingin merendahkan DPR.

Ketua DPR Bambang Soesatyo menilai Kritik sangat dibutuhkan dalam kehidupan negara yang demokratis, karena dengan adanya kritik maka akan membuat sistem politik menjadi sebuah sistem terbuka, yang memiliki pertukaran energi positif dengan lingkungannya. Kritik diperlukan bagi seluruh institusi dan lembaga pemerintahan, termasuk juga DPR sebagai lembaga legislatif.

“Semangat kami mendorong diadakannya lomba kritik DPR terbaik karena kritik adalah pupuk. Saya ingin DPR tumbuh besar karena diberikan pupuk ‘kritik’. Tanpa kritik, kita tidak tahu dari mana kita akan memulai untuk melakukan perbaikan,” jelas Bamsoet, sapaan akrabnya, di Media Center DPR RI, Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (19/4/2018).

Baca Juga:  Ini Alasan Gerindra Pilih Walk Out Dari Sidang Paripurna Hak Angket KPK

Bamsoet berharap semua pihak dapat ikut mendukung acara tersebut, agar DPR dapat mengetahui hal-hal apa saja yang seharusnya perlu diperbaiki dari DPR. “Kalau kita (DPR) tidak mau dikritik, maka tidak fair. Kami bersikap terbuka. Silahkan kritik kami sekeras-kerasnya, dan kami akan melakukan perbaikan,” ucapnya.

DPR yang sekarang bukanlah DPR yang dahulu, ini adalah DPR millennial yang terbuka. Seluruh Pimpinan DPR mempersilahkan kepada seluruh lapisan masyarakat untuk datang ke DPR, melihat DPR dari dekat, dan DPR terbuka bagi informasi apapun.

“Kami akan meluncurkan aplikasi ‘DPR Now’, dimana seluruh kegiatan DPR ini bisa dilihat melalui perangkat handphone. jadi DPR dalam genggaman rakyat,” ujar politisi Partai Golkar itu.

Lomba Kritik DPR 2018 ini dapat diikuti oleh setiap Warga Negara Indonesia. Ada dua kategori yang dilombakan, yakni Kategori Esai, Maksimal 500 kata. Dan kedua, Kategori Meme (bisa gambar, karikatur, dan video berdurasi 2 menit). Tidak ada topik khusus dalam Lomba Kritik DPR.

Baca Juga:  Formappi Soroti Beda Sikap Partai Golkar dan Bamsoet soal Amandemen UUD 1945

Dewan juri lomba terdiri dari 5 orang, yaitu Profesor Siti Zuhro (pakar politik), Profesor Bambang Wibawarta (pakar budaya), Profesor Martani Huseini (pakar manajemen), Cak Lontong (seniman), dan Effendi Gazali, PhD (pakar komunikasi politik, sekaligus ditunjuk oleh anggota juri sebagai Ketua Dewan Juri).

Batas waktu lomba akan berlangsung sejak tanggal 19 April 2018 hingga 15 Agustus 2018. Kritik dapat dikirimkan ke Email: [email protected] serta [email protected]dan media sosial Instagram: @lombakritikterbaikDPR, Facebook: lombakritikterbaikDPR, dan Twitter: @lombakritikDPR.

Pengumuman pemenang akan dilakukan pada tanggal 29 Agustus 2018 bertepatan dengan HUT DPR. Seluruh pemenang akan mendapatkan Sertifikat Penghargaan dari DPR RI.

Di samping itu, pemenang pertama masing-masing kategori (esai serta meme) mendapatkan hadiah uang tunai sebesar 10 juta rupiah, pemenang kedua mendapatkan hadiah 7 juta rupiah, dan pemenang ketiga mendapatkan hadiah 5 juta rupiah. Untuk yang terbaik dari kedua kategori tersebut akan mendapatkan sepeda motor seperti yang digunakan dalam film Dilan. (dp)

Tinggalkan Balasan

banner 728x90