Gempa Cianjur Terjadi Saat Jam Sekolah, Banyak Anak Meninggal

SUARADEWAN.com – Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan bahwa mayoritas korban meninggal dalam gempa Cianjur adalah anak-anak.

Hal ini disebabkan pada saat gempa, jam pelajaran sekolah masih berlangsung. Terdapat juga banyak madrasah dan pesantren di daerah tersebut.

“Tercatat di Call Center BPBD ada 162 yang meninggal dunia. Mayoritas yang meninggal dunia adalah anak-anak, kita sangat prihatin,” ungkapnya.

Baca Juga:  Usai Sholat Ied, Rusmadi Sowan ke Gubernur Kaltim Awang Faroek

“Kita masih mengklasifikasi persentasenya, tapi laporan di lapangan selalu menyebutkan secara kualitatif mayoritas anak-anak,” tambahnya.

Dalam suatu laporan tertulis tercatat 2.345 buah rumah yang rusak. Kerusakan rumah berkisar antara 60-100%.

Di samping itu terdapat dua atau tiga jalur lalu lintas yang terisolasi. Ada 5 buah mobil yang terperangkap di suatu area. Dan dua gardu listrik padam.

Baca Juga:  Kang Emil: Dimana Ada Kerumunan Disitu Ada Covid-19

Sementara itu, BMKG masih mengamati kepastian asal gempa. Ada dua perkiraan asal gempa, yaitu dari Sesar Cimandiri, ataukah dari Sesar Padalarang. Adapun kedua sesar tersebut terletak berdekatan. ***

Tinggalkan Balasan

banner 728x90