Genjot Pelebaran Trotoar, Pemprov DKI: Tak Akan Bikin Macet

Pelebaran Trotoar diperlukan untuk menjaga konsistensi lajur jalan

Ilustrasi

SUARADEWAN.com — Kepala Dinas Bina Marga DKI Jakarta Hari Nugroho menyatakan pembangunan dan pelebaran trotoar tak timbulkan kemacetan.

“Enggak (timbulkan macet). Jadi kita harus memahami, kita membuat trotoar itu untuk mengonsistensi lajur jalan,” kata Hari Nugroho saat dikonfirmasi, Jumat (18/11).

Cikini misalnya, kata Hari, sebelumnya punya lajur jalan yang tak konsisten. Dinas Bina Marga kemudian menata ulang lajur jalan saat revitalisasi trotoar, sehingga tak ada lagi bottle neck atau penyempitan jalur yang berujung pada kemacetan.

“Nah, sisa dari lajur jalan tadi kita buat trotoar. Jadi tidak ada bottle neck. Dari empat ke tiga kan bottle neck. Kita konsistenkan jadi tiga semua. Kalau dua ya dua semuanya,” kata Hari.

Menurut Hari kemacetan fisik hanya terjadi saat pengerjaan trotoar saja. Dia menyebut itu pun sementara, menjelang proses pengerjaannya selesai.

Baca Juga:  Wabup Boltim Hadiri Peletakan Batu Pertama Masjid Al-Mu'minun Desa Buyat Selatan

“Contoh juanda, ‘bakalan macet ini’ sekarang sudah selesai enggak macet lagi,” kata dia.

“Jadi artinya macet itu ada batasan saat proses pengerjaan fisik saja. Kita butuh waktu maksimal tiga bulanlah,” lanjut dia.

Lebih lanjut, Hari menyampaikan bahwa pada 2023 mendatang, pihaknya menganggarkan pembangunan trotoar senilai Rp171 miliar. Desain trotoar bakal dibuat berupa complete street.

“Complete Street artinya ya minimal 3-4 meter. Kemudian kita pakai complete street itu ya palai bolar maupun guiding block maupun yang lain,” terang dia.

Dia menyebut pembangunan trotoar akan difokuskan di sejumlah wilayah, di antaranya di Jalan Mangga Besar, Gunung Sahari Raya, kawasan sekitar Jakarta International Stadium (JIS).

Kemudian, Mangga Dua Raya, Matraman Raya, sebagian ruas jalan Daan Mogot Mas Mansyur segmen Utara.

Baca Juga:  DPRD Boltim Ikut Serta Dalam Kegiatan Legislatif SulutGo Expo 2021

Sebelumnya, Komisi D DPRD DKI Jakarta mendorong Dinas Bina Marga mengkaji dengan matang rencana pembangunan trotoar sebesar Rp171 miliar dalam rancangan APBD tahun 2023.

Hal ini disampaikan oleh Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta Ida Mahmudah. Ida menilai, banyak pembangunan dan pelebaran trotoar di Jakarta justru mengurangi volume jalan.

“Penekanan kami bahwa harus ada pembuatan konsep bahwa pembuatan trotoar bisa efektif dan tidak membuat macet,” ujarnya di Grand Cempaka Bogor, Jawa Barat, Selasa (15/11).

Ida menyampaikan, anggaran pembangunan trotoar sebesar Rp171 miliar itu, akan digunakan Dinas Bina Marga untuk menunjang sejumlah kawasan transportasi terintegerasi.

Oleh sebab itu, kata dia Komisi D mengingatkan pasca pembangunan Dinas Bina Marga dapat menggandeng Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) DKI untuk melakukan pengawasan. (lip6/merdeka)

Tinggalkan Balasan

banner 728x90