HomeSosial Budaya

GNPF MUI Kecam Sikap Kejaksaan Yang Tuntut Ringan Ahok

GNPF MUI Kecam Sikap Kejaksaan Yang Tuntut Ringan Ahok

JAKARTA, SUARADEWAN.com – Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Mejelis Ulama Indonesia (GNPF-MUI) mengecam sikap Kejaksaan Negeri Jakarta Utara yang menuntut terdakwa kasus penodaan agama Basuki Tjahaya Purnama alias Ahok dengan tuntutan yang ringan.

Untuk itu, mereka berencana untuk melakukan aksi protes di kantor kejaksaan di setiap kota di DKI Jakarta mulai besok hingga vonis dijatuhan pada Ahok.

Informasi mengenai agenda aksi tersebut beredar di jejering media sosial. Namun hingga berita ini diterbitkan, belum ada konfirmasi dari tokoh GNPF-MUI mengenai rencana itu.

Namun, Koordinator Persidangan GNPF-MUI, Nasrulloh Nasution, sempat mengeluarkan pernyataan yang menuntut Majelis Hakim untuk memfungsikan Surat Edaran Mahkamah Agung (MA) nomor 11/1964 yang menegaskan penghinaan terhadap agama harus dihukum berat. Sebab, menurut nasrullah, hingga saat ini Surat Edaran MA tersebut masih berlaku karena belum ada penggantian atau pencabutan oleh MA.

“Mengingatkan kepada Majelis Hakim yang memeriksa perkara agar patuh dan taat terhadap Surat Edaran Mahkamah Agung tersebut dan berpatokan terhadap yurisprudensi atas perkara yang sama,” katanya Senin (24/4).

Nasrullah mendesak agar hakim menjatuhkan hukuman yang berat pada terdakwa kasus penodaan agama, apalagi jika yang bersangkutan adalah pejabat publik. Hukuman tersebut antara lain seperti mencabut hak politiknya selama proses hukum dan atau pada saat menjalankan vonis.

Adapun mengenai rencana aksi demonstrasi, sebelumnya ketua MUI Ma’ruf Amin sudah menyampaikan himbauannya. Menurut Ma’ruf Amin, semestinya demonstrasi untuk menunut Ahok itu tidak perlu dilakukan lagi. Sebab, sejauh ini tuntutan-tuntutan yang disampaikan lewat demo-demo yang lalu sudah didengar.

“Menurut saya kalau besok itu seharusnya kita sudah tidak perlu lagi demo-demo itu sebenarnya. Sudah cukup, sudah terdengar keinginan-keinginan itu,” katanya. (ZA)

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS: