HomeDaerahMaluku-Papua

Gubernur Papua Sebut Bendera Yang Berkibar di Jayapura Bendera Bintang Daud

Gubernur Papua Sebut Bendera Yang Berkibar di Jayapura Bendera Bintang Daud

JAKARTA, SUARADEWAN.com — Pejabat Sementara Gubernur Papua Mayjen TNI (Purn) Soedarmo meminta warga tidak menganggap bendera yang dikibarkan oleh sebagian warga di Jayapura sebagai bendera Israel.

Menurutnya, bendera yang dikibarkan melalui iring-iringan kendaraan tersebut tidak bermaksud mengibarkan bendera Israel, melainkan bendera bergambar Bintang David.

Sebelumnya, beredar video di media sosial berisi konvoi kendaraan bermotor seraya mengibarkan bendera yang menyerupai bendera Israel di Jayapura, Papua.

“Yang dilihat bukan bendera Israel, tapi lambang Bintang David yg kebetulan dipakai juga jadi bendera Israel,” ucap Soedarmo, Jumat (18/5).

Baca Juga:  Tak Ada Hubungan Diplomatik, Pengibaran Bendera Israel di Jayapura Dikecam

Soedarmo mengatakan bahwa konvoi tersebut juga bukan tradisi atau budaya warga setempat. Menurutnya, konvoi itu berkenaan dengan sekte keagamaan tertentu yang memperingati Hari Agung Kelahiran umat manusia di Bani Israil.

Soedarmo menjelaskan bahwa konvoi dilakukan dalam rangka Kebaktian Budaya Bangsa ke-12 Se-Pulau dan Tanah Papua dengan Tema ‘Doa Buat Damai di Yerusalem’ (Mazmur 122 : 6).

Respons Berbeda

Sebelumnya, Kapolda Papua Irjen Boy Raffly Amar. Boy mengatakan konvoi itu memang dilakukan setiap tahun, namun dirinya tetap menyebut bendera itu adalah bendera Israel.

Baca Juga:  Natalius Pigai: Bendera Bintang Daud di Papua Tidak Merujuk pada Negara Israel

“Pengibaran bendera Israel di Jayapura peringatan dari komunitas Sion Kids, ini komunitas masyarakat. Itu sudah seperti tradisi dan merupakan budaya,” ujar Boy.

Tanggapan berbeda juga muncul dari Dirjen Otonomi Daerah Kemendagri Soemarsono.

Menurut Soemarsono, konvoi yang disertai pengibaran bendera Israel itu mesti dipermasalahkan. Dia meminta koordinator acara itu ditindak tegas karena bertentangan dengan sikap Indonesia yang pro-Palestina.

“Prinsip, tidak dibenarkan dan tidak boleh terulang kembali,” kata Soemarsono. (cnn)

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS: 0