HomeIPTEK

Guru Banyak Yang Pensiun, Indonesia Kekurangan Guru

Guru Banyak Yang Pensiun, Indonesia Kekurangan Guru

JAKARTA, SUARADEWAN.com – Lowongan yang ditinggalkan guru-guru pensiun, terutama yang berstatus pegawai negeri sipil, dibiarkan kosong melompong. Karena tidak segera disusul dengan pengangkatan guru baru, sejumlah daerah terancam guru tetap.

Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Sopan dalam acara halalbihalal Pengurus Persatuan Guru Republik Indonesia di Jakarta, Kamis (13/7), mengatakan, jika tidak ada pengangkatan guru PNS baru untuk menggantikan guru PNS yang pensiun, DKI Jakarta bakal kehabisan guru pada 2022.

“Kami minta bantuan Kemendikbud untuk bisa mengatasi ini karena kuota untuk perekrutan guru diatur oleh pemerintah pusat,” kata Sopan.

Di Kabupaten Bogor, mengalami kekurangan guru PNS untuk Sekolah Menengah Pertama (SMP) mencapai 2.350, Sedang Sekolah Dasar mengalami kekurangan mencapai 11.442. (Baca: Kabupaten Bogor Butuh 1.500 Guru Agama untuk SDN) – (Baca: Kabupaten Bogor Disebut Kekurangan 2.350 Guru SMP)

Secara terpisah, Kepala Dinas Pendidikan Kota Malang Zubaidah mengatakan, SD di Kota Malang kekurangan 350 guru PNS akibat guru pensiun, tetapi tidak ada formasi pengangkatan guru PNS. Kekurangan guru diisi dengan guru honorer yang diangkat kepala sekolah. Ada dana bantuan operasional sekolah (BOS) daerah yang dapat dipakai selain BOS untuk membayar honor guru. (Baca: Kota Malang Kekurangan Ratusan Guru SD)

Baca Juga:  Ratusan Guru di Kaltim Meninggal Dunia Terpapar Covid-19

Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kemdikbud Sumarna Surapranata mengatakan, jumlah yang pensiun tahun ini sebanyak 41.722 guru, yang PNS sekitar 36.000 orang.

Menurut Sumarna, pengangkatan guru harus memenuhi syarat, yakni bersertifikat pendidik, lolo seleksi, dan pemerintah daerah memiliki anggaran. (Baca: Mendikbud Akui Jumlah Guru di Indonesia Masih Kurang)

Perekrutan, untuk mengganti guru pensiun bisa dipenuhi dengan mengangkat guru honorer yang memenuhi syarat. Di sekolah negeri ada sekitar 733.000 orang.

Baca Juga:  Anggota DPRD: Gaji Guru PAUD di Kota Tangerang Cuma Rp 350 Ribu per Bulan

“Jika tidak ada formasi, bisa dengan status pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (P3K),” kata Sumarna.

(Baca juga: Kurang Guru Agama, Pengangkatan Honorer Bisa Jadi Solusi)

Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan dan Ketua Dewan Kehormatan Guru Indonesia Wardiman Djojonegoro mengatakan, kekurngan guru tidak boleh dibiarkan. Kondisi ini akan menyebabkan pendidikan merana.

“Guru kan, milik pemerintah daerah. Harus ada komitmen betul pada pemenuhan guru berkualitas di daerahnya. Untuk mengataasi kekurangan guru yang diperkirrakan hampir 40 persen, butuh keputusan segera dari pemerintah pusat. Bagimana mau menjalankan penguatan pendidikan karakter jika guru masih kurang,” kata Wardiman.

Presiden Joko Widodo pada pembukaan Rembuk Nasional Pendidikan dan Kebudayaan 2017 di Jakarta Januari lalu, menyatakan salah satu fokus pemerintah di bidang pendidikan saat ini adalah pembangunan karakter siswa dengan berbagai nilai positif khas bangsa Indonesia. (ALH)

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS: