Gus Yusron Hasyim Muzadi Hadiri Acara Penutupan KKN Mahasiswa STKQ Al-Hikam di Kelurahan Harapan

JAKARTA, SUARADEWAN.com – Usai melaksanakan penutupan dan perpisahan KKN di MDT Al-Falah Kelapa pada Sabtu siang (12/11), mahasiswa STKQ Al-Hikam kembali gelar acara perpisahan di RPTRA WIDYA BAHARI PULAU HARAPAN pada Sabtu malamnya bersama para murid ngaji TPQ-TPQ Pulau Harapan.

Acara tersebut turut dihadiri oleh Gus Yusron Hasyim Muzadi, selaku pengasuh Pesantren Mahasiswa (PESMA) Al-Hikam Depok.

Selain dihadiri oleh para murid ngaji dan wali murid, pimpinan TPQ-TPQ Pulau Harapan juga memeriahkan acara perpisahan tersebut.

Acara dibuka oleh Nabil Allam, selaku pembawa acara. Dia adalah bagian dari mahasiswa STKQ Al-Hikam yang melaksanakan KKN di Pulau Harapan, Kepulauan Seribu Utara, Kabupaten Administrasi, Kepulauan Seribu.

Setalah itu acara pembacaan Mahallul Qiyam yang dibawakan oleh Ust imam. Dia adalah putra dari pimpinan TPQ: Bapak Hj Daman. Dia termasuk tokoh yang disepuhkan oleh masyarakat Pulau Harapan.

Kemudian acara sambutan: Sambutan pertama disampaikan oleh Ketua KKN: M Lutfi. Dia menyampaikan kesan-kesannya selama KKN dan mengucapkan banyak-banyak terima kasih kepada seluruh tokoh dan masyarakat setempat.

Baca Juga:  Panitia: Tak Ada Dana Secuil Pun dari Parpol untuk Penyelenggaraan Reuni 212

Sambutan kedua disampaikan oleh Bapak Hj Daman, selaku ketua salah satu TPQ di Pulau Harapan. Ia menyampaikan terima kasih atas terikirimnya mahasiswa STKQ Al-Hikam ke pulau ini.

“Terima kasih atas terikirimnya mahasiswa ini,” katanya.

Hj Daman juga menyampaikan harapannya, agar Kelurahan Harapan menjadi kelurahan yang cinta Al-Qur’an.

“Mohon doanya, agar kelurahan harapan menjadi kelurahan yang cinta Al-Qur’an. Atas nama masyarakat, terima kasih sudah diajarkan cinta Al-Qur’an,” tuturnya.

Kemudian acara dilanjutkan dengan penampilan-penampilan dari murid-murid TPQ, yaitu penampilan pembacaan Asmaul Husna dan Tahfiz.

Setalah itu acara penyerahan cendramata dari mahasiswa untuk kepala TPQ dan Ketua DKM, dan dilanjut dengan acara tausiyah dari Gus Yusron Hasyim Muzadi.

Ia menyampaikan, bahwa pesantren, selain lembaga pendidikan juga lembaga kemasyarakatan.

“Pondok pesantren selain lembaga pendidikan, juga lembaga kemasyarakatan.Di pondok Alhikam, santri diminta untuk kenal masyarakat,” ungkapnya.

“Manusia bergerak, hewan juga bergerak. Manusia bernapas, hewan juga bernapas. Hewan makan, manusia juga makan. Apa yang membedakan? Keduanya sama-sama mulia, karena sama-sama mendapat rahmat Allah. Bedanya adalah, manusia berpikir, hewan tidak berpikir. Hewan hanya mengikuti naluri, tapi manusia bisa membedakan mana yang baik dan mana yang buruk,” pesannya di hadapan masyarakat Kelurahan Harapan.

Baca Juga:  Membongkar Kedok HTI Bersama KH Imam Ghazali Said

“Kata kiyai saya: kalau ada santri setelah mondok hanya mikirin nikah dengan siapa, tinggal di mana, kerja apa, maka sama seperti kambing,” cerita Gus Yusron.

Gus Yusron juga berpesan bahwa investasi terbaik adalah pendidikan.

“Investasi terbaik adalah pendidikan. Kalau anak, ingin kita angkat setinggi-tingginya, ya ajarkan ilmu yang bermanfaat, ajarkan skil-skil baru yang sesuai kebutuhan zaman,” katanya.

“Kita semakin hari akan mengalami kemunduran: kemunduran intelektual; kemunduran sosial dan kemunduran akhlak. Bukan kata saya tapi kata Nabi Muhammad dalam hadit. Namun jangan berkecil hati, karena dengan Al-Qur’an selalu ada harapan.”

Putra KH Hasyim Muzadi itu juga berharap agar ilmu yang dimiliki akan dilanjutkan oleh generasi selanjutnya.

“Kami tidak akan selamanya hidup, kami akan mati, maka dari itu kami tidak ingin ilmu mati di tangan kami,” tuturnya.***

Tinggalkan Balasan

banner 728x90