HomeKorupsi

Hampir Bersamaan, Dua Bupati Jadi Tersangka dan Mantan Bupati Dibui 5 Tahun

Hampir Bersamaan, Dua Bupati Jadi Tersangka dan Mantan Bupati Dibui 5 Tahun

JAKARTA, SUARADEWAN.com – Di waktu yang hampir bersamaan di bulan Juli ini, sejumlah Kepala Daerah dan mantan kepala daerah di sulawesi harus berurusan dengan masalah hukum. Bupati Takalar (Sulawesi Selatan dan Bupati Bolaang Mongondow (Sulawesi Utara) ditetapkan menjadi tersangka baru-baru ini, dan seorang mantan Bupati divonis 5 tahun penjara.

Bupati Takalar Burhanuddin Baharuddin, resmi ditetapkan sebagai tersangka korupsi penjualan lahan transmigrasi milik negara pada Kamis (20/7/2017) oleh Kejati Sulselbar. Bupati yang kalah pada Pilkada Takalar beberapa waktu lalu itu terindikasi menjual aset daerah kepada investor china.

“Pada hari ini, Kamis (20/7/2017), telah dilakukan penetapan tersangka terhadap Bupati Takalar aktif, Burhanuddin Baharuddin dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi penjualan lahan permukiman transmigrasi Desa Laikang, Kecamatan Mangarabombang, Kabupaten Takalar tahun 2015,” ucap Asisten Tindak Pidana Khusus Kejati Sulselbar, Tugas Utoto.

Bupati Takalar, Burhanuddin Baharuddin

Tugas menjelaskan, dalam perkara tersebut tersangka dalam kapasitasnya sebagai bupati telah menyalahgunakan kewenangannya mengeluarkan izin prinsip kepada PT Karya Insan Cirebon untuk zona industri berat tertanggal 15 oktober 2015 di lokasi Desa Laikang dan Desa Punaga yang merupakan lokasi pencadangan transmigrasi berdasarkan SK Gubernur Sulsel No 1431/V/Tahun 2007.

Berbeda dengan Bupati Takalar, Bupati Bolaang Mongondow yang juga mantan anggota DPR RI Fraksi PAN, Yasti Supredjo Mokoagow baru dua bulan menduduki jabatan sebagai Bupati Bolaang Mongondow (Bolmong), Yasti Mokoagow sudah tersandung kasus perusakan PT Conch North Sulawesi Cement.

Baca Juga:  10 Kepala Daerah Cantik Berprestasi, Pintar dan Memesona

Politisi asal Partai Amanat Nasional (PAN) itu resmi menyandang status hukum sebagi tersangka, Selasa (25/7) kemarin. Pemeriksaan politisi Partai Amanat Nasional (PAN) ini dipastikan berlanjut ke tahap penyidikan. Yasti menurut penyidik jadi otak dugaan perusakan perusahaan semen yang beropresi di Inobonto Satu, Kecamatan Bolaang, Bolmong ini.

Bupati Bolaang Mongondow, Yasti S Mokoagow

“Telah dilaksanakan gelar perkara oleh penyidik. Hari ini (Selasa), penyidik menetapkan Yasti sebagai tersangka,” beber Kabid Humas Polda Sulut Kombes Pol Ibrahim Tompo di Mapolda Selasa (25/7).

Penetapan Yasti sebagai tersangka lanjut Tompo diharapkan menjadi contoh bagi kepala daerah lainnya, agar tidak semena-mena terhadap investor.

Kapolda Sulut Irjen Pol Bambang Waskito sebelumnya sudah menegaskan, dalam pertemuan bersama presiden, ada arahan langsung terkait investor. Atas dasar itu, Waskito tak ragu bertindak tegas. Investor yang sudah masuk harus mendapat rasa aman dan nyaman. “Terkait pengrusakan PT Conch, sekalipun sudah ada kesepakatan damai, polisi akan memproses terus. Ini bukan delik aduan,” tegas Waskito.

Ia menambahkan, Polri wajib melindungi setiap investasi yang masuk dari gangguan akibat dampak otonomi daerah. Sebab investasi masuk, lapangan kerja terbuka, pengangguran berkurang, otomatis angka kriminalitas akan tertekan. “Kan tidak mungkin seorang investor menanamkan modal itu Rp 3,2 triliun, seakan-akan bangun tidur, langsung bangun pabrik, itu tidak masuk logika,” tuturnya.

Baca Juga:  Tak Puas Saat RDP, DPRD Minahasa Tenggara Sepakat Bentuk Pansus Telusuri Aset Warisan Newmont

PT Conch sendiri memproduksi semen. Kehadiran PT Conch merupakan salah satu upaya membuat harga semen merata di semua daerah.

Marlina Moha Siahaan, Anggota DPRD Prov. Sulut/ Mantan Bupati Bolaang Mongondow 2007-2012

Sebelum penetapan tersangka Bupati Bolmong ini, pada Rabu (19/7) Marlina Moha Siahaan mantan Bupati Bolaang Mondondow periode 2007-2012 divonis lima tahun penjara oleh Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Manado.

Diketahui, ibunda legislator DPR RI/ Fraksi Golkar Aditya Moha ini selain divonis kurungan badan lima tahun, juga didenda Rp 200 juta. Kasus yang sempat terkatung-katung sekira enam tahun tersebut berujung bui bagi anggota DPRD Provinsi Sulut tersebut. Vonisnya dibaca Ketua Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Sugiyanto MH, Rabu pekan lalu.

“Terdakwa telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi. Menjatuhkan pidana kepada terdakwa dengan pidana penjara selama lima tahun dan denda sebesar 200 juta rupiah,” tandas Sugiyanto. Usai mendengar putusan, Marlina langsung ditahan di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Malendeng Manado, yang berlokasi di wilayah Jalan Ring Road. (ALH)

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS: 0