HomePolitik

Hasil PSU Berhasil Membalikkan Keadaan

Hasil PSU Berhasil Membalikkan Keadaan

JAKARTA, SUARADEWAN.com – Sejumlah pelanggaran yang terjadi pada Pilkada DKI Jakarta 15 Februari 2017 kemarin, berujung pada pemungutan suara ulang (PSU) di dua tempat pemungutan suara (TPS).

PSU yang diselenggarakan di dua tempat berbeda ini, yakni TPS 01 Utan Panjang, Kemayroran, Jakarta Pusat, dan TPS 29 Kalibata, Pancoran, Jakarta Selatan, berhasil membalikkan keadaan. Hasil PSU ini pun menjadi pertanda buruk, dan tentu saja, menyakitkan bagi pasangan nomor urut 2 Ahok-Djarot.

Diketahui sebelumnya, pada 15 Februari lalu, paslon Ahok-Djarot menang di TPS 01 Utan Panjang. Tetapi pada PSU 19 Februari 2017, paslon ini menelan kekalahan dari paslon Anies-Sandi.

Adapun di TPS 29 Kalibata, Jakarta Selatan, hasil serupa juga ditunjukkan. Bahkan, jarak Ahok-Djarot dengan Anies-Sandi semakin menjauh dibanding hasil perolehan suara sebelumnya.

Baca Juga:  Hoax! Kontrak Politik Anies-Sandi Siap Usung Syariat Islam

Menurut Komisioner KPU DKI Betty Eplison, PSU di dua tempat terpisah ini merupakan langkah KPU DKI dalam menjalankan rekomendasi dari Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) DKI. Hal ini karena ditemukannya lebih dari seorang pemilih yang tidak terdaftar namun menggunakan hak pilihnya di dua TPS tersebut.

Secara terpisah, Ketua KPU DKI Sumarno mengungkapkan bahwa tingkat partisipasi yang menurun pada PSI merupakan resiko yang dikhawatirkan. Karena itu, menurutnya, harus mengkritisi Bawaslu DKI yang memberikan rekomendasi mendadak. Karena hal ini menimbulkan persiapan PSU yang tidak maksimal.

Baca Juga:  Pidato Kampanye Politik Prabowo yang Tendensius

“Malam harus selesaikan penulisan C6. Kemudian, diedarkan malam itu juga. Kalaupun toh itu sampai, warga juga sangat mungkin sudah punya agenda dan sebagainya,” terang Sumarno.

Bagi Sekretaris Tim Kampanye Anies-Sandi, Syarif, pihaknya memuji sikap Bawaslu DKI yang memberi rekomendasi tersebut. Meski di TPS 29 Kalibata yang diulang merupakan pemilih nomor urut 3, tetapi baginya, yang terpenting adalah hak politik warga harus dilindungi.

Juru Bicara Tim Kampanye Ahok-Djarot, Bestari Barus, juga mengatakan, hasil PSU tidak mempengaruhi perolehan suara nomor urut 2. Pihaknya mengakui tidak terlalu memikirkan itu karena memang biasa saja. (ms)

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS: 0