oleh

Hendak Tawuran, 83 Remaja Diamankan Tim Vipers Tangsel

TANGSEL, SUARADEWAN. com – Tim Vipers Gabungan Sat Reskrim Polresta Tangerang Selatan (Tangsel) mengamankan sebanyak 83 remaja yang hendak melakukan tawuran di Stasiun Pondok Ranji, Kecamatan Ciputat Timur, Kota Tangsel.

Mereka yang tertangkap membawa sajam selanjutnya ditahan, kemudian dari 83 remaja tersebut, ada 31 remaja yang membawa senjata tajam (sajam) dengan berbagai jenis. Mulai dari celurit, golok sisir, parang, pedang, badik, samurai, dan aneka sajam yang mereka buat sendiri dari plat besi, sebanyak 20 orang diantaranya masih dibawah umur. Rata-rata usia SMP dan SMK. Sedang sisanya yang 11 orang lagi sudah dewasa.

Kapolres Tangsel AKBP Fadli Widiyanto menuturkan, para remaja itu diamankan tadi pagi, sekira pukul 03.30 WIB, saat hendak tawuran di depan Stasiun Pondok Ranji, Ciputat Timur, Kota Tangsel.

“Kami dapat informasi di Stasiun Pondok Ranji sedang berkumpul puluhan remaja membawa sajam. Lalu kami amankan 83 orang,” ujar AKBP Fadli Widiyanto, di Polresta Tangsel, pada Minggu (17/12/2017).

Mereka yang tertangkap membawa sajam akan dijerat Pasal 1 ayat 2 Undang-Undang (UU) Darurat No 12 Tahun 1951 dengan ancaman pidana maksimal seumur hidup atau paling cepat 10-20 tahun penjara.

Tim Vipers Gabungan Sat Reskrim Polresta Tangerang Selatan (Tangsel) mengamankan sebanyak 83 remaja yang hendak melakukan tawuran di Stasiun Pondok Ranji, Kecamatan Ciputat Timur, Kota Tangsel (17/12)

Baca juga: 

Baca Juga:  Polres Tangsel Sita 100 Kilogram Bahan Peledak Potasium dan 4 Ribu Petasan

Zainuri (19), salah seorang remaja yang diamankan mengaku, dirinya diamankan Tim Vipers gabungan Polresta Tangsel karena membawa golok sisir milik seorang temannya, untuk tawuran di stasiun.

“Saya ditangkap karena membawa golok sisir (gosir). Saya juga yang menyebarkan SMS lewat HP kepada teman-teman saya untuk kumpul membawa senjata, di Stasiun Pondok Ranji,” paparnya Zainuri.

Remaja yang masih duduk di bangku Kelas 3 SMK Bina Nusantara tersebut mengaku, dirinya sengaja mengirimkan SMS kepada teman-temannya agar membawa sajam, karena kampungnya akan diserang.

“Saya pergi ke tongkrongan teman saya, jam 2 pagi, di situ saya nongkrong. Katanya, kampung saya mau diserang remaja lain. Sebelumnya, pada malam minggu kampung saya diserang,” ungkapnya.

Sekira pukul 03.30 WIB, saat sedang menunggu para penyerangnya, puluhan remaja yang telah siap dengan sajam tersebut malah diciduk Tim Vipers Gabungan dari Polresta Tangsel.

Kapolsek Ciputat Kompol Doni S pun membenarkan, bahwa sebelumnya telah terjadi tawuran di wilayah hukumnya. Pihaknya juga beberapa kali melakukan upaya penggagalan aksi tawuran itu.

“Tawuran remaja biasa terjadi pada malam Minggu dan malam Senin. Jam-jam rawan tawuran, biasanya mulai pukul 01.00 WIB sampai pukul 04.00 WIB. Dalam satu bulan terakhir, tawuran terjadi sekali,” paparnya.

Baca Juga:  Empat Hari Menghilang, Siswi MTs Muhammadiyah Ciputat Mengaku Disetubuhi Pacarnya

Sementara itu, Kasat Reskrim Polresta Tangsel AKP Ahmad Alexander mengaku, puluhan remaja yang diamankan tersebut sebenarnya ingin mengantisipasi terjadinya serangan dari kelompok lain di sekitar stasiun.

“Namun, apabila ada informasi ada penyerangan biar kami yang melakukan pengamanan di lingkungan warga. Jangan warga mengamankan sendiri bawa sajam, karena mudah diprovokasi,” jelasnya.

Dalam aksi provokasi itu, sering kali warga main hakim sendiri. Hingga akhirnya jatuh korban jiwa dari orang yang tidak tahu menahu atau salah sasaran. Untuk cegah terjadinya hal tersebut, diambil tindakan.

“Untuk penanganan hukum di bawah umur, penahanan dilakukan 15 hari, dan besok dari Bapas akan hadir untuk melakukan penelitian terhadap anak-anak ini. Mereka remaja yang masih sekolah,” tukasnya

Dari data kepolisian, nama remaja yang diamankan baru sekali ditangkap. Lima orang diantaranya, diindikasi berada di bawah pengaruh minuman keras, karena dari mulutnya baru minuman beralkohol.

“Dari data kami, kawasan Ciputat, Pondok Aren, dan Pamulang memang daerah rawan tawuran. Rata-rata pemicunya ada sejarah pernah diserang, dan minuman keras,” tandasnya. (FN)

Komentar

Berita Lainnya