Hersubeno Arief: Jokowi Telah Memasuki Fase “End Game” dan akan Ditinggalkan Parpol Pendukungnya

SUARADEWAN.com – Ketua Umum Partai PDI-Perjuangan Ibu Megawati meingatkan Jokowi atas jasa PDI-P yang telah berhasil mengangkat namanya di dunia perpolitikan, bahkan sampai menjadi Presiden.

“Pak Jokowi itu kayak begitu lho, mentang-mentang. Lah iya, padahal Pak Jokowi kalau enggak ada PDI Perjuangan juga, aduh, kasihan dah,” kata Megawati saat perayaan ulang tahun PDI-P yang ke 50.

“Lho legal formal lho, beliau jadi presiden itu enggak ada kan ini, legal formal diikuti terus sama saya,” sambungnya.

Megawati juga mengingatkan Jokowi terkait wacana perpanjangan masa jabatan ataupun penundaan pemilu. Ia menegaskan bahwa kalau sudah dua kali menjabat, ya g
tidak perlu berharap lebih.

“Lah kalau sudah dua kali ya maaf dua kali. Bukan Pak Jokowi enggak pintar. Ngapain saya jadiin kalau enggak pintar?” tegas Megawati.

Menanggapi pidato Megawati tersebut, wartawan senior Hersubeno Arief memberikan beberapa catatan.

Yang pertama bahwa Jokowi tanpa PDI-P bukanlah siapa-siapa. Mulai dari menjabat menjadi Wali Kota Solo, Gubernur DKI, sampai menjadi presiden, semua adalah jasa Megawati.

Hal ini, menurutnya, berkaitan dengan sikap Jokowi selama ini yang terkesan lupa dengan jasa partai pengusungnya. Bahkan, seolah menjadi pesaingnya. Dikutip Kamis (12/1/23).

Kedua, soal pencapresan, mengenai siapa calon presiden yang akan diusung oleh PDI-P adalah hak prerogatif Megawati selaku Ketua Umum partai, yang seperti disampaikan olehnya, ia telah diberi mandat dari hasil kongres partai.

Dalam hal ini, kata Hersubeno Arief dalam akun Youtobe-nya ‘Hersubeno Point’, menunjukkan teguran keras terhadap Jokowi yang selama ini telah berupaya untuk berkompetisi dengan Megawati soal penentuan siapa capres yang akan maju 2024 nantinya.

Megawati juga meminta Jokowi untuk fokus kerja, sebagai presiden yang sudah terpilih dua kali. Kalau diterjemahkan, kata Hersu, Ketua Umum PDI-P ingin meminta Jokowi untuk tidak perlu bermanuver dalam mempersiapkan capres, karena itu urusan partai.

Hal itu, kata Hersu, menunjukkan bahwa Jokowi telah memasuki fase ‘End Game’.

Lebih dari itu, kata Hersu, Jokowi akan segera ditinggalkan oleh parpol-parpol pendukungnya. Ini disebut fase ‘Lame Duck’.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

banner 728x90