Hijrah ke Suriah karena Janji Manis ISIS, WNI: Semuanya Bohong

SURIAH, SUARADEWAN.com – Dua orang Warga Negara Indonesia (WNI) yang sebelumnya memilih hijrah (pindah) ke Suriah mengaku kecewa berat karena ditipu dan dibohongi oleh kelompok teroris ISIS.

Hal tersebut diungkapkan oleh muslimah bernama Nur dan Leefa. Keduanya hijrah ke Suriah, bersama belasan WNI lainnya, dengan harapan dapat menikmati hidup yang sebenarnya sebagai umat Islam sejati di bawah kekuasaan Daulah Islamiyah.

Tapi, hanya berselang dua tahun di sana, mereka yang kecewa melihat kehidupan di Negara Islam ini memutuskan untuk pergi.

“Semua bohong. Ketika kami memasuki wilayah ISIS, masuk negara mereka, yang kami lihat sangat berbeda dengan apa yang mereka katakan di internet,” terang Nur dalam wawancaranya.

Baca Juga:  Tolak Salaman Dengan Lawan Jenis, Pasangan Muslim Ini Ditolak Jadi Warga Swiss

Nur juga mengaku sangat kecewa lantaran perlakukan ISIS yang tidak manusiawi, yakni memenjarakan ayah dan saudara laki-lakinya karena menolak untuk masuk bergabung ke milisi ISIS.

Nur sendiri dikejar-kejar milisi ISIS karena ingin menjadikannya sebagai pemuas nafsu.

“Banyak milisi ISIS yang duda. Mereka menikah hanya dua bulan atau dua pekan saja. Banyak laki-laki datang ke rumah dan mengatakan ke ayah saya, saya ingin anakmu,” ungkapnya.

Terhadap saudara laki-lakinya, milisi ISIS juga kerap menanyakan apakah dia punya saudara perempuan yang bisa dijadikan teman tidur.

“Yang mereka bicarakan hanya soal perempuan,” tandas kesal.

Adapun Leefa, ia mengaku kecewa dengan karena janji ISIS akan membantu biaya pengobatannya.

Baca Juga:  Kasus Corona Menurun, Italia Bersiap Bebas Lockdown

“Saya punya masalah kesehatan. Saya perlu operasi di bagian leher dan biayanya sangat mahal di Indonesia. Tapi di daerah ISIS (katanya) semua gratis,” terangnya.

Sebelumnya ia mengontak anggota ISIS melalui internet, dan dijanji akan mengganti uang tiket ketika tiba di wilayahnya.

Namun, ketika tiba di sana, kenyataan berbicara lain. Operasi yang harus ia jalani, alih-alih gratis, justru jauh lebih mahal dan harus ia bayarkan sendiri.

Bersama Nur dan belasan WNI lainnya, ia pun memutuskan untuk meninggalkan wilayah penuh dusta ini. Kini mereka berada di kamp pengungsi di AIN Issa. (ms)

Tinggalkan Balasan

banner 728x90