oleh

HMI Cabang Limboto Sesalkan Tindakan Represif Polisi kepada Aktivis HMI

LIMBOTO, SUARADEWAN.com — Sekelompok Aktivis Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) MPO Cabang Jakarta yang menggelar aksi di depan istana negara pada senin, 21 Mei 2018 dalam rangka “Memperingati 20 Tahun Reformasi” diperlakukan sewenang-wenang oleh oknum kepolisian, akibatnya tujuh orang mahasiswa menerima penanganan serius dari pihak medis di RS. Tarakan Jakarta Pusat.

Tindakan membabi-buta dan represif dari aparat kepolisian tersebut kepada aktivis HMI, dinilai sebagai sebuah pelanggaran Undang-Undang dan merusak citra kepolisian sebagai pengayom, pelindung dan pelayan masyarakat serta menjunjung tinggi hak asasi manusia.

Aksi represif aparat kepada aktivis HMI

“Kemerdekaan menyampaikan pendapat di muka umum dijamin oleh UUD 1945, sehingga tidak seharusnya aparat kepolisian bertindak represif kepada aktivis, disamping itu hal ini sebagai langkah mundur pihak kepolisian yang memiliki standar prosedur penyelenggaraan pelayanan, pengamanan dan penanganan perkara penyampaian pendapat di muka umum,” kata Indra Nodu, Ketua HMI Cabang Limboto saat dihubungi, (25/5).

Baca Juga:  Anies Baswedan: KAHMI dan HMI Penyuplai Potensi Leaders Terbanyak di Indonesia

Lebih lanjut Indra menilai apa yang dilakukan oleh pihak kepolisian kepada aktivis HMI tersebut sebagai sebuah pelanggaran undang-undang Nomor 39 Tahun 1999 tentang “hak asasi manusia” maka Indra menyayangkan hal ini harus dilakukan oleh oknum penegak.

“Polri itu merupakan pengayom, pelindung dan pelayan masyarakat dan bukan harusnya menjadi pemburu masyarakat,” tegas Indra.

Dengan beredarnya video yang secara jelas mempertontonkan kekejian oknum kepolisian di media sosial, Indra Nodu kembali menyayangkan persepsi masyarakat yang membahasakan bahwa polri tak lagi bisa dipercaya, hoax polri pengayom, pelindung dan pelayan masyarakat, mahasiswa di binatangi atas perintah presiden dan polri pro pemerintah serta kontra rakyat.

Baca Juga:  Kabid PSDA PB HMI: Pemuda Harus Menjadi Lokomotif Gerakan Hemat Energi

“Kami meminta pihak terkait segera memberikan klarifikasi sebelum berbagai persepsi mencuat ke permukaan yang condong merugikan polri dan kiranya oknum yang membabi buta mahasiswa tersebut untuk diberikan sangsi sesuai sebagai wujud keadilan, jangan sampai mahasiswa akan semakin bereaksi akibat tindakan represif kepolisian,” tutup Indra Nodu. (SK)

Komentar

Berita Lainnya