Hutan Sekunder Efektif Untuk Serap Gas Rumah Kaca

SUARADEWAN.com – “Saya sangat terkejut dengan seberapa cepat serapan karbon hutan sekunder,” kata Dr. Saara J. DeWalt dilansir dari HuffPost dalam pembicaraan perubahan iklim.

“Hutan muda menangkap lebih banyak, karbon karena pohon-pohon yang tumbuh aktif dan cepat mengubah karbon menjadi daun dan kayu. Pertumbuhan pohon di hutan tua jauh lebih lambat, karena ruang yang lebih terbatas, sinar matahari dan nutrisi,” ungkap Dr. Saara.

Dr. Saara adalah salah satu ilmuwan yang terlibat dalam penelitian seberapa efektifnya hutan sekunder dan baru menyerap karbon dibandingkan hutan tua dalam perubahan iklim.

Eben Broadbent mengungkapkan jika kemampuan hutan sekunder dalam menangkap karbon terutama tergantung pada curah hujan. Eben adalah asisten profesor dari University of Geographic Department Alabama.

“Hutan basah memiliki tingkat pemulihan lebih cepat, dan hutan kering biasanya memiliki tingkat pertumbuhan kembali yang sangat rendah.”

Para ilmuwan yang tergabung dalam penelitian hutan penyerap karbon menganjurkan restorasi hutan demi mengurangi laju negatif perubahan iklim.

Diketahui deforestasi telah mencapai 20%, dan inilah yang menyumbangkan peran negatif paling besar terhadap perubahan iklim selama ini.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

banner 728x90