HomeSosmed

Ibhas Taruno Jadikan Facebook Medium Penyebar Benci

Ibhas Taruno Jadikan Facebook Medium Penyebar Benci

JAKARTA, SUARADEWAN.com – Akun Facebook bernama Ibhas Taruno Kiswotomo kerap kali mempublikasikan nada-nada kebencian melalui media sosial pribadinya. Tak hanya melecehkan politikus dan partai, ia juga kerap memanas-manasi aparat TNI untuk face to face dengan pemerintah. Bahkan, pelecehan langsung terhadap Presiden Joko Widodo pun sering ia lontarkan secara gamblang.

Di berbagai status Facebook-nya, Ibhas juga terang-terangan mendukung teroris dan upaya makar di Indonesia. Hal ini tentu akan sangat mengganggu dan berbahaya bagi stabilitas negara dan keutuhan NKRI.

Berikut ini, kami mencoba merangkum status-statusnya tersebut untuk kemudian dijadikan sebagai bahan renungan. Setidaknya, kumpulan statusnya ini bisa menjadi bukti bahwa selalu ada upaya penghancuran keutuhan NKRI dari dalam, yang karenanya harus menjadi bahan evaluasi kita ke depan bersama dalam hal penangkalannya.

Hina Partai Politik

Foto Surat Yang Diunggah Ibhas di Media Sosial

Lantaran pengurus Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dari kubu Djan Farid terkesan mendukung pasangan calon petahana Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat dalam Pilkada DKI Jakarta putaran dua, partai berlambang Ka’bah ini pun dinilai telah dihinakan oleh Djan Farid.

“Djan Farid itu BABI. Sudah tau PPP berlambang Ka’bah. Slogannya Rumah bsr Umat Islam. Tp dukung ‘Penista Agama’,” tulis Ibhas

Terhadap Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) pun Ibhas melontarkan nada yang tak lebih kasarnya kepada Djan Farid PPP. Ia menuding bahwa penangkapan sejumlah aktivis Aksi 313 memang sudah dikondisikan jauh hari atas inisiatif PDIP. Upaya ini, kata Ibhas, dibiayai oleh cukong melalui Kepolisian dan tentu atas restu Negara (Jokowi).

“Ahok memang tak boleh diganggu oleh siapapun, krn ada konpensasi mahal yg diatur PDIP. Saya dapat bocoran resmi surat undangan untuk semua DPC PDIP agar mensukseskan Pilkada putaran 2 Ahok-Djarot,” bebernya sembari melampirkan undangan yang dimaksud.

Lecehkan Jokowi dan Hasut TNI

Tak tanggung-tanggung, Ibhas juga kerap kali melecehkan Jokowi sekaligus menghasut TNI untuk melawan pemerintahan yang sah (upaya makar).

“Dokter Istana bingung melihat tingkah Jokowi yg sering sengengesan. Setelah di “city scan” kepalanya, ternyata memang gak ada otaknya,” tulisnya lancang.

Adapun hasutan terhadap TNI, Ibhas menyatakan bahwa Jokowi benar adalah komunis.

“TNI saya kasih bocoran mau gak? Cari saja yang namanya Cokro, saat ini berada di Istana. Dia pemegang dokumen asli tentang Jokowi yang komunis,” ujarnya.

Atas tindakannya tersebut, ia mengaku tidak sedang melakukan makar, melainkan menuntut keadilan dan menyuarakan kebenaran.

“Sadarkah  kalian, kita sudah hidup di rezim komunis,” imbuhnya menegaskan. (ms)

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS: 0