HomeDaerahKalimantan

Ide Penataan Gang Nibung oleh Rusmadi, Disambut Antusias Mahasiswa ini . . .

Ide Penataan Gang Nibung oleh Rusmadi, Disambut Antusias Mahasiswa ini . . .

SAMARINDA, SUARADEWAN.com – Statemen Rusmadi, pasangan calon nomor 4 dalam Pilgub 27 Juni mendatang tentang ‘mimpinya’ menata Gang Nibung, bagai gayung bersambut. Ternyata ada mahasiswa magister Perencanaan Wilayah yang blusukan dan merencanakan restorasi jembatan dan pemukiman Gang Nibung yang terletak di tepi Sungai Karang Mumus Samarinda itu.

“Klop, lah sudah. Ini cagub aspiratif banget,” kata Eko Putro Santoso, Ketua Tingkat, Magister PPW, Universitas Mulawarman, angkatan 2017. Menurut Eko, pihaknya sudah melakukan penelitian mendalam tentang potensi, peluang dan tantangan di Gang Nibung yang menghubungkan pemukiman di Jalan Merak dan Jalan Dr Soetomo.

”Kami sudah mengidentifikasi potensinya, termasuk konsep perencanaan Gang Nibung sebagai kawasan kuliner malam dan pasar terapung,” katanya.

Keluhan yang sering terdengar di dua RT, masing masing RT 27 dan RT 22 adalah potensi penurunan penghasilan warga yang berprofesi sebagai pedagang. “ya memang banyak pendatang, penyewa, lalu apakah mereka tidak berhak mendapat kesempatan mencari rejeki,” ujar Eko.

Untuk itulah, pihaknya sedang mendesain Gang Nibung secara terpadu agar pihak pihak yang berhak tinggal dan yang harus diberi kesempatan berusaha dapat diidentifikasi dengan benar. “Ruang bermain anak, parkir tidak ada di kawasan itu. Menjawab ini, kami merencanakan permukiman panggung, sehingga kolong rumah dapat dijadikan tempat parkir dan ruang terbuka ramah anak,” jelas Eko.

Baca Juga:  Terlihat Kumuh, Rusmadi Berjanji Akan Bangun Jembatan Gang Nibung

Menurut dia, kawasan itu sangat ideal dan bisa ditata dengan proporsional. Rasio luas bangunan, kawasan masih sangat memungkinkan dirancang dan produktif,” katanya.

Bagi penghuni dan atau pemilik rumah di kawasan Nibung akan memperoleh kompensasi luas bangunan. “Luas bangunan mereka tidak berubah, hanya saja dibuat dua lantai dengan kelipatan dua kali di kali koefisien penggunaan lahan,” tegas Eko.

Jadi misalnya, kata kandidat magister PPW ini, sebuah rumah yang koefisien luas bangunannya dirasionalisasi karena akan dibangun fasilitas umum, maka jumlah luas lantai bangunannya akan dibagi dua bagian, yakni lantai satu dan lantai dua,” katanya.

Dalam konsep detail, katanya, Ikon Gang Nibung berupa jembatan kayu akan direhab dan dibuat menarik perhatian pelintas Jalan Dr Sutomo.

”Disitu juga akan ada pasar terapung menggunakan sampan yang akan mengakomodir warga di dua RT yang tidak memperoleh lokasi berdagang di Pasar Segiri. Pembeli bisa dari sebelah masjid atau kami buatkan selasar jalan di selatan gang Nibung, sehingga pembeli bisa dari pinggir Jalan Dr Sutomo, tapi tidak menganggu lalu lintas, sementara parkir bagi pembeli di dalam, masuk melalui jembatan warna warni,” katanya, seraya menambahkan pasar sampan ini hanya akan berlangsung selama tiga jam dari jam 6 pagi hingga jam 9.

Baca Juga:  Rusmadi Satu-Satunya Cagub Yang Berani Turun ke Warga Gunung Mulia

ALTERNATIF KULINER

Dalam konsep yang dirancang oleh Tim PPW Unmul ini, ujar Eko, akan merancang pasar kuliner malam yang terpadu dan hanya boleh dihuni oleh warga dua RT.

”Selama ini kuliner di Kota Samarinda, minim memberikan kontribusi kepada Pemkot Samarinda, karena sporadis dan tidak menetap. “Nah disni dikoordinir oleh RT, berkewajiban membayar pajak dan retribusi dan yang paling penting aman. Selam ini kuliner malam di Kota Samarinda dikeluhkannya faktor keamanan, di sini tidak akan terjadi,” katanya.

Konsep pengamanan juga melibatkan pemuda setempat, produk kuliner dilakukan oleh ibu ibu yang tergabung dalam kelompok usaha.”Bahkan secara kelembagaan yang akan dibentuk, akan mengadakan kursus-kursus kuliner sehat dan higienis,” katanya.

Warga gang Nibung, sebenarnya sudah jengah dan bosan mengajukan perbaikan kampung, karena memang anggaran pemerintah sedang defisit.

”Memprihatinkan, pak, jika air naik, rumah ibadah terendam. Hanya beberapa rumah yang mampu meninggikan lantai, selebihnya sangat buruk sanitasi lingkungannya,” ujar Eko.

Dengan munculnya ide dari calon gubernur Kaltim Rusmadi Wongso, perencanaan yang sedang dilakukan seperti mendapat siraman air yang menyegarkan. Untuk itu, kesempatan bakal adanya perubahan bisa dimanfaatkan masyarakat sekitar Gang Nibung untuk memilih pemimpin pada 27 Juni 2018. (aw/#4TimMedia)

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS: