HomeHankam

Imam Besar FPI ke Kalimantan Barat, 2.780 Personil Disiapkan Demi Keamanan

Imam Besar FPI ke Kalimantan Barat, 2.780 Personil Disiapkan Demi Keamanan

PONTIANAK, SUARADEWAN.com – Rencana kedatangan Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab di Provinsi Kalimantan Barat mendapat pengawalan oleh TNI dan Polri.

Sebanyal 2.780 personil TNI dan Polri akan dikerahkan demi mengamankan kedatangan Habib Rizieq, hal tersebut dilakukan karena ditakutkan akan terjadi bentrokan antar warga yang tidak menerima kehadiran Imam Besar FPI dan Tengku Zulkarnain.

Kapolresta Pontianak Kombes (Pol) Iwan Imam Susilo mengatakan demi keamanan menjelang kedatangan Habib ini ia berharap baik dari kelompok yang menolak atau kelompok yang menyelenggarakan tidak membuat konsentrasi massa dari mana pun.

Baca Juga:  Polri Tangkap Teroris dan Jaringannya yang Danai Bom Thamrin

“Saya sudah perintahkan seluruh anggota tidak ada konsentrasi massa dari mana pun, dan juga massa FPI di bandara, karena kami tidak ingin terjadi benturan di sana, termasuk juga di jalur-jalur yang kemungkinan terjadi benturan,” ungkapnya di Pontianak, Jumat (5/5).

Untuk mengantasipasi hal itu, Iwan menambahkan bahwa pihaknya sudah mempertemukan kedua belah pihak ormas sebagai bentuk preventif agar pihak kepolisian tidak dituding memihak siapapun.

“Saya sudah berbicara dengan Habib Iskandar, dan juga sudah berbicara dengan beberapa tokoh masyarakat, saya minta ini dimengerti bahwa apa yang dilakukan oleh pihak kepolisian,” jelas Iwan.

Baca Juga:  Berikut Kasus Hukum Yang Menimpa Habib Rizieq

Kepolisian dan TNI menurut Iwan tidak pernah menghalang-halangi suatu kegiatan dan tidak akan pernah memihak. Hal itu tidak lain tidak bukan hanya untuk mencegah terjadinya konflik dua kelompok. Sebanyak 2.780 personil disiapkan, terdiri dari Polri sebanyak 1.480 personil, dan TNI sebanyak 1.300 personil, yang akan menjaga di titik-titik yang dianggap rawan.

“Dalam hal ini bukan kami menghalang-halangi suatu kegiatan, dan kami tidak memihak, karena yang paling penting yang kami lakukan adalah mencegah terjadinya bentrokan, dan hal lainnya yang tidak diinginkan,” katanya.

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS: 0