Pameran Pertahanan “Indo Defence 2022 Expo and Forum”

SUARADEWAN.com – Indonesia kembali menggelar “Indo Defence 2022 Expo and Forum” edisi ke-9 di Jakarta pada tanggal 2-5 November 2022. Pameran produk peralatan pertahanan dan keamanan ini diikuti oleh 905 perusahaan, di mana 158 di antaranya berasal dari dalam negeri dan 747 dari luar negeri.

Tema yang diusung adalah “Peace, Prosperity, and Strong Defence”. Menteri Pertahanan Prabowo Subianto mengatakan dalam pidato pembukanya, “Sulit mencapai perdamaian dan kemakmuran tanpa pertahanan yang kuat.” “Karena itu semua negara yang maju selalu investasi dalam pertahanannya. Kalau terjadi apa-apa, situasi yang tidak diinginkan, negara itu siap,” imbuhnya.

Beberapa perusahaan alutsista dalam negeri yang mengikuti pameran Indo Defence 2022 adalah DEFEND ID, PT Dirgantara, PT PAL Indonesia, PT DAHANA, dan PT Pindad.

Baca Juga:  Mengapa Muslim Uighur Alami Diskriminasi? Sejarahnya Berakar Sejak Dua Abad Lalu

Pada acara tersebut DEFEND ID (Defence Industry Indonesia), yang diluncurkan oleh Presiden Joko Widodo pada April 2020, akan mempresentasikan produk-produknya. Diantaranya radar, interkom, sepeda e-tactical, dan sistem manajemen tempur. Sementara PT Dirgantara memperlihatkan pesawat-pesawatnya, antara lain amfibi N219, UAV MALE “Elang Hitam”, dan produk kolaborasi helikopter dan pesawat tempur KFX/IFX.

PT PAL Indonesia memamerkan antara lain kapal rumah sakit, kapal perusak pengawal rudal, frigat, dan kapal selam otonom. PT Pindad memajang berbagai produk senjata dan amunisi dari SS2 V5 A1, SS Amphibious, hingga simulator senjata “Pasupati”. Selain itu tank medium Harimau, tank Badak, dan tank Maung dipamerkan di outdoor. PT DAHANA menampilkan roket dan kendaraan peluncurnya, bom, senjata counter tank, MANPADS, dan drone pintar “Rajata” terbaru.

Baca Juga:  Banyak Alasan Untuk Mengatakan Prabowo Akan Kalah di Pilpres 2019

Modernisasi militer menjadi tujuan pemerintah dalam mengembangkan alutsista untuk melengkapi pertahanan Indonesia yang mempunyai 17.000 pulau dalam geografinya. Untuk itu, selain menganggarkan dana yang cukup besar untuk membeli peralatan alutsista hingga tahun-tahun mendatang, Indonesia bermaksud mengembangkan alutsista yang diperlukan dalam kemitraan bersama negara-negara lain, salah satunya adalah Korea Selatan. Selain itu Indonesia juga membuka peluang ekspor produk-produk persenjataan yang dihasilkan tersebut.

Beberapa perusahaan alutsista dari luar negeri yang mengikuti pameran antara lain adalah Roketsan dari Turki, Grup Fincantieri, NORINCO dari Tiongkok, Dassault Aviation, Nexter, dan Boeing. ***

Tinggalkan Balasan

banner 728x90