Kolom  

Indonesia Tidak Sedang Baik-baik Saja

Oleh : Abdul Rauf* (Ketua Umum Komunitas Penyedia Tenaga Kerja Internasional atau KAPTEN INDONESIA)

SUARADEWAN.com –  “Izin lapor Pahlawanku”  Kuajukan satu pertanyaan wahai petinggi di negeri ini, kemana bangsa raksasa ini hendak dibawah?, Grand Design Indonesia kian kabur akhir-akhir ini, pertikaian dimana-mana, hujat menghujat jadi suguhan sarapan berita tiap hari.

Pembataian, culik menculik, generasi brutal, millenial tidak mengenal lagi senior, terjadi sepanjang masa, teriakan atas nama keadilan rakyat jelata terus saja melambung tanpa ada solusi, Korupsi terbuka dan berjamaah, siapa pengendali hukum sebenarnya?, kenapa hukum makin tajam kebawah, lumpuh keatas?

Perampokan hak-hak rakyat terjadi dimana-mana, penguasaan lahan para mafia makin subur, pengusaha kian tak terkendali menelanjangi kepemilikan orang-orang pinggiran, setelah kota kalian kuasai kini ramai-ramai mengepung desa, kampung.

Hutan belantara para leluhur yang kian lama menikmati keindahan alam generasinya, kalian usir pelan-pelan.

Laut luas terbentang sepanjang pantai makin tidak damai apalagi nunggu ramai, pelaut yang menggantungkan masa depannya kian tergerus, akibat hasil laut makin tidak jelas dan tidak difasilitasi oleh petinggi negri ini menjaga keasrian laut biru Indonesia.

Kalian orang kota seenaknya membuang sampah, giring limbah kelaut dari mana-mana hingga ikan-ikan segar pergi menjauh kelaut lepas, lalu kemana nelayan kecil yang serba kekurangan fasilitas mencari ikan lagi, ditambah serbuan kapal-kapal asing makin marak pencurian, satu diumumkan eksekusi, 100 yang lolos, sekedar mengelabui warga.

Baca Juga:  Kisah Rantau dan Abad Sebuah Tulisan

Juli – Agustus 2022, BPS umumkan pengangguran lebih 10% dari usia kerja 204 juta penduduk Indonesia dari 275 juta lebih, sementara angkatan kerja kita sekitar 164 juta, kemana 40 juta mengaduh nasib?

Pengangguran hari ini sudah diangkat 21 juta orang, ini PR sekaligus BOM Waktu kepada pemerintah dan kita semua, dan terus PHK berlanjut hingga masa yang tidak ditentukan, masih ingat wahai pejabat diawal Pandemi, atas nama KAPTEN INDONESIA kami kabarkan satu prediksi bahwa akan terjadi TSUNAMI Pengangguran dan hari ini betul-betul telah didepan mata, sadar atau tidak, Indonesia akan mengalami resesi panjang ketika kita semua gagal memeneg dan lambat terbangun dari tidur panang.

Izin lapor Pahlawanku,

Ada ancaman lebih besar lagi karena kami curiga sejarah CHINA Tahun 1958 akan diulang dan diuji coba di Indonesia, tahun 1958 China pernah mengalami krisis pangan, sehingga 40 juta warga China mati kelaparan akibat pemaksaan petani beralih ke industrialisasi oleh pemerintah komunis saat itu.

Dan, Indonesia sedang berlangsung prosesnya, tinggal menunggu ledakan itu terjadi, lalu apa solusi alternatif fundamental dan langkah preventif yang dilakukan pemerintah, jangan nambah jam tidur tuan-tuan.

Tahun-tahun Politik,

Hanya penjara ketidakpastian kepada masyarakat, jualan politik para petinggi multidimensi, pencari keuntungan dan panen raya bagi pemilik kepentingan kian dihargai murah, angin topang janji politik semakin tidak terkendali, merek terbaru selalu ada meski isinya sama saja, bosan dengan sinetron panjang kalian, rampok-rampok hak politik masyarakat semakin marak, sementara niat tulus keberpihkan kepada rakyat marginal dan tertindas sudah jauh panggang dari api, apapun suguhannya hanya kamuflase semata.

Baca Juga:  Secangkir Kopi Buat Menteri di Pendopo Theys Eluay (1)

Kini Sadarlah Bangsaku,

Indonesia tidak sedang baik-baik saja dan Kita sedang diujung tanduk, selamatkan Indonesia, agar para leluhur dan pahlawan terdahulu yang tidak sama sekali punya kepentingan atas negri ini kecuali kerinduan atas senyum panjang generasinya menikmati kampung halamannya.

Atas nama NEGARA KESATUAN REPUBLIK INDONESIA (NKRI), slogan ‘Harga Mati’, tercurigai ‘Mati Harga di Pasar Lowak’, jadi bukan saatnya mimpi menawarkan Indonesia dimata dunia internasional.

Ayo kembali berbenah, satukan niat, agar anak cucu kita semua, bisa bersaksi atas kerja-kerja perjuangan kita semua, meski tidak dituntut menggadaikan nyawa sebagaimana para pahlawan telah gugur dan syahid di medan laga demi merebut Indonesia dari tangan penjajah.

Seperti, kata Bung Karno sebagai Founding Father Indonesia ini, “Mengisi kemerdekan jauh lebih berat dari pada memperjuangkan kemerdekaan,”

Selamat hari pahlawan dan kami doakan kepada seluruh pahlawan bangsa ini tenang dan damai di persiggahannya saat ini.

Jakarta 10 November 2022 Pukul 12.00 WIB.

Tinggalkan Balasan

banner 728x90