HomeDaerahSulutenggo

Ingatkan Netralitas ASN dan TNI/Polri, Bawaslu Sulut: Yang Melanggar Akan Ditindak Tegas

Ingatkan Netralitas ASN dan TNI/Polri, Bawaslu Sulut: Yang Melanggar Akan Ditindak Tegas

MANADO, SUARADEWAN.com — Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Provinsi Sulawesi Utara mengingatkan Perihal Netralitas ASN dan TNI/Polri, pihaknya akan bertindak tegas terhadap ASN dan TNI/Polri yang tidak netral dalam pada Pilkada tahun 2020 utamanya di Sulawesi Utara.

Hal tersebut disampaikan oleh Koordinator Divisi Penindakan Pelanggaran Bawaslu Sulut, Mustarin Humagi saat menjadi Nara sumber kegiatan Sosialisasi Netralitas ASN, TNI, Polri dan Hukum Tua serta Perangkat Desa, yang digelar Bawaslu Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel) di Kecamatan Modoinding, Selasa (11/8/2020).

Baca Juga:  Deklarasi Anti Politik Uang, Hoax dan Politisasi SARA Bawaslu Sulut Ingin Pilkada Berintegritas

“Undang-undang sudah mengatur bahwa, ASN, TNI, dan Polri harus netral. Tentunya kami sebagai pengawas pemilu akan terus melakukan pengawasan dengan melibatkan banyak pihak. Untuk itu pentingnya sosialisasi ini dilakukan sebaga upaya pencegahan,” ujar Mustarin.

Lanjut, Mustarin mengatakan, pihaknya sudah beberapa kali menangani kasus terkait netralitas ASN. Bahkan menurut anggota Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) Sulut ini menggungkapkan, sudah ada ASN yang mendapat sanksi dari Komisi ASN.

“Sudah ada ASN dari beberapa daerah di Sulut yang kita proses hingga ke komisi ASN. Ini membuktikam bahwa Bawaslu tidak main-main dalam melakukan pengawasan dan penindakan,” tegasnya.

Baca Juga:  Berafiliasi dengan HTI, Sejumlah Dosen ini Akan Ditelanjangi Menristekdikti

Disamping itu Bawaslu Sulut, menurutnya juga mengawasi aktifitas ASN, TNI, Polri dan Perangkat Desa di sosial media.

“Jadi aturan di medsos sangat ketat. Memasang foto calon kepala daerah, update status yang mendukung atau merugikan peserta Pemilu lain hingga hanya menyukai postingan peserta juga tidak diperbolehkan,” tutup Mustarin. (red)

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS: