HomeSkandalKontroversi

Ini Alasan Habib Riziq tidak kembali ke Indonesia

Ini Alasan Habib Riziq tidak kembali ke Indonesia

JAKARTA, SUARADEWAN.com – Dalam penyelidikan kasus dugaan chat mesum, Polda Metro Jaya selalu terganjal dalam memanggil Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) ‎Habib Rizieq Shihab. Dua panggilan yang dilayangkan tak kunjung diindahkan oleh ‎Habib Rizieq Shihab.

Apalagi Habib Rizieq kini sedang berada di Malaysia untuk menyelesaikan program doktornya. Lantas apa yang menyebabkan Habib Rizieq mangkir?

Ketua Bantuan Hukum F‎PI Sugito Atmo Pawiro mengatakan, Habib Rizieq menjadi korban politisasi kasus hukum. Dia menduga pihak kepolisian sengaja mengincar Habib Rizieq karena Basuki Tjahaja Purnanama (Ahok) kalah dalam Pilgub DKI, dan mendapat vonis 2 tahun pejara dalam kasus penodaan agama.

Baca Juga:  Satu Juta Umat Islam Akan Sambut Kedatangan Tersangka Pelaku Mesum

“Nah kekecewaan ini (Ahok kalah dan dipenjara 2 tahun) malah Habib Rizieq dijadikan sasarannya, ini suatu bentuk kezaliman,” tegas Sugito, Senin (15/5).

Oleh karena itu, imbuhnya, atas kezaliman dari pihak kepolisian itu Habib Rizieq akan melakukan per‎lawanan. Caranya tidak akan pulang ke Indonesia. Karena Habib Rizieq tahu dirinya sengaja dijadikan sasaran lantaran Ahok kalah di Pilgub dan mendekam di balik jeruji besi.

“Tidak pulang ke Indonesia bukan berarti takut, tapi ini bentuk simbolik perlawanan atas ketidakadilan,” tegas Sugito.

Baca Juga:  Imam Besar FPI Habib Rizieq Shihab akan Pulang, Jika Syarat ini Dipenuhi

Apalagi ungkap Sugito kasus chat berkonten pornografi antara Habib Rizieq dan Firza Husein adalah bentuk fitnah. Anehnya lagi, fitnah itu malah yang dipermasalahkan. “Ini proses yang dihadapi oleh Habib Rizieq kan fitnah,” pungkasnya.

Sebelumnya Polda Metro Jaya menyatakan akan menjemput paksa Habib Rizieq, lantaran sudah dua kali mangkir dari panggilan penyidik.

Dalam hal ini Habib Rizieq berkapasitas sebagai saksi dalam kasus dugaan percakapan atau chat WhatsApp berkonten pornografi. (cr2/jp)

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS: