HomeEkonomi

Ini Temuan Satgas Mafia Pangan di Pati

Ini Temuan Satgas Mafia Pangan di Pati

JATENG, SUARADEWAN.com – Menjelang bulan suci Ramadhan Polres Pati melalui Satgas Mafia Pangan turun ke berbagai tempat di Pati untuk memastikan harga sembako tetap stabil dan tidak dipermainkan oleh mafia pangan.

Selain untuk mengantisipasi aktivitas ilegal yang tidak bertanggungjawab tersebut, Satgas di lapangan juga ditugaskan untuk memeriksa bahan pokok yang bermasalah.

Dari pemeriksaan itu Satgas menemukan sejumlah produk garam yang bermasalah. Salah satunya, produk garam yang perizinannya belum diperpanjang seperti TDP, SIUP, HO, IUI dan sertifikat SNI dari enam produsen yang tersebar di Kecamatan Wedarijaksa, Juwana, dan Batangan.

“Kami ambil sampel produk dari masing-masing gudang garam untuk diamankan dan akan diuji laboratorium. Bila diduga bersalah, pelaku dapat dikenakan tindak pidana karena tidak sesuai dengan standar yang disyaratkan dalam ketentuan undang-undang,” kata Kapolres Pati AKBP Maulana Hamdan, Sabtu (20/5).

Hamdan menjelaskan, keenam produsen itu bisa dikenakan Pasal 62 ayat 1 jo 8 ayat 1 huruf a UU Nomor 8 Tahun 1999 tentang perlindungan konsumen, yang menyatakan bahwa pelaku usaha pangan yang sengaja tidak memiliki izin edar terhadap setiap pangan olahan untuk diperdagangkan dalam kemasan eceran dikenakan ancaman hukuman lima tahun kurungan penjara.

Mereka juga bisa dikenakan Pasal 120 ayat 1 jo 53 ayat 1 huruf b dengan pidana penjara paling lama lima tahun dan pidana denda paling banyak Rp 3 miliar, dan/atau Pasal 142 jo 91 ayat 1 dengan pidana penjara paling lama dua tahun atau denda paling banyak Rp 4 miliar.

Ditambahkan Hamdan, selain persoalan garam, pihaknya juga mengawasi peredaran kebutuhan pokok lain seperti beras, gula, minyak goreng, dan lain-lain. Menurutnya, untuk saat ini kebutuhan pokok tersebut masih stabil baik harga maupun pasokannya hingga Ramadhan nanti. (za/tr)

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS: