Inilah Perbedaan Perayaan Natal Katolik dan Protestan

SUARADEWAN.com – Untuk umat non Kritstiani, mungkin anda belum tahu bahwa perayaan Natal antara Umat Katolik dan Protestan berbeda loh. Nah apa perbedaannya? Mari kita bahas di sini satu per satu:

1. LITURGI IBADAH PERAYAAN NATAL

Perbedaan perayaan Natal antara agama Katolik dan Kristen Protestan yang pertama, terletak pada liturgi ibadah perayaan Natal.

Liturgi berasal dari bahasa Yunani yakni leitourgia, yang artinya adalah kerja sama atau kerja bersama. Kerja bersama ini maksudnya adalah dalam hal peribadahan atau peribadatan kepada Allah dan pelaksana kasih. Perayaan Natal di agama Kristen Protestan, umumnya tidak selalu sama. Mulai dari jadwal perayaan hingga susunan liturgi ibadahnya.

Namun biasanya, perayaan Natal di Gereja Kristen Protestan terdiri atas puji-pujian, doa bersama, khotbah atau firman Tuhan, penyalaan lilin yang diiringi oleh lagu Malam Kudus, lalu ditutup dengan tari-tarian, persembahan pujian, dan drama soal Natal. Sedangkan di agama Katolik, liturgi ibadahnya terdiri atas dua prosesi. Yakni misa malam Natal pada tanggal 24 Desember dan ibadah Natal di tanggal 25 Desember.

Tidak seperti Gereja Kristen Protestan, di Gereja Katolik seluruh dunia liturgi ibadahnya pasti sama. Mulai dari ritus pembuka, liturgi sabda, liturgi ekaristi, komuni, dan ritus penutup.

Baca Juga: Para Wanita Ini Terlalu Cantik Untuk Menjadi Politisi

2.  PERAYAAN HARI NATAL

Perbedaan perayaan Natal antara agama Katolik dan Kristen Protestan yang kedua, adalah terletak pada momen perayaan Hari Natal itu sendiri. Bagi penganut agama Katolik, tidak boleh merayakan Natal sebelum tanggal 24 dan 25 Desember.

Proses perayaan Hari Natal dalam agama Katolik pasti dimulai pada tanggal 24 Desember. Tepatnya saat misa malam Natal. Sedangkan di agama Kristen Protestan, mereka dibebaskan untuk memilih tanggal perayaan Natal di gereja masing-masing.

Perayaan Natal di Gereja Kristen Protestan biasanya ditentukan oleh kelompok jemaat di gereja tersebut. Mulai dari umum, pemuda-pemudi atau youth, dan sekolah minggu. Mereka bahkan diperbolehkan merayakan Hari Raya Natal sebelum, tepat di tanggal 25 Desember, hingga setelahnya

3. PERAN MARIA YANG MELAHIRKAN YESUS KRISTUS

Perbedaan perayaan Natal antara agama Katolik dan Kristen Protestan yang ketiga, terletak pada peran Bunda Maria sebagai sosok perempuan suci yang melahirkan Yesus Kristus. Di agama Katolik dan Kristen Protestan, sosok Maria tentu sangatlah penting.

Umat Kristen Protestan memandang Maria sebagai sosok yang taat, karena bersedia ditugaskan oleh Allah untuk melahirkan Yesus. Namun bagi mereka, peran Maria hanya sebatas ibu dari Yesus. Cerita tentang Maria tidak banyak dibahas di agama Kristen Protestan. Sosoknya paling tidak muncul beberapa kali, terutama saat Yesus lahir, mendapat mukjizat bisa mengubah air menjadi anggur di Kana, dan saat Yesus disalibkan. Kepercayaan ini berbeda dengan penganut agama Katolik.

Sosok Maria atau yang sering disebut sebagai Bunda Maria, memiliki peran yang sangat penting bahkan memiliki tempat yang istimewa untuk mereka. Devosi terhadap Bunda Maria sangat kuat di dalam ajaran agama Katolik. Bahkan umat Katolik punya dua bulan khusus untuk menghormati Bunda Maria. Yakni pada bulan Mei dan Oktober. Di kedua bulan itu, umat Katolik biasanya mengisi acara penghormatan dengan tradisi berdoa Rosario, hingga ziarah ke gua Maria.

Perbedaan ini ternyata ikut memengaruhi tata cara atau esensi ibadah penganut agama Katolik dan Kristen Protestan dalam merayakaan Hari Raya Natal. Meski begitu, agama Katolik dan Kristen Protestan tetap memiliki rasa sukacita dan kebahagiaan yang sama ketika Hari Raya Natal tiba.

Nah bagaimana? Sudah tahu kan sekarang apa bedanya? [***]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

banner 728x90