HomeDaerahSulselrabar

Insiden Merah Putih Jatuh di Konut, SEMMI Sultra: Tak Usah Dibesar-besarkan

Insiden Merah Putih Jatuh di Konut, SEMMI Sultra: Tak Usah Dibesar-besarkanFoto: Ist.

KENDARI, SUARADEWAN.com – Upacara pengibaran bendera merah putih di Konawe Utara (Konut) tidak berjalan lancar sebab diwarnai insiden jatuhnya bendera yang sudah mencapai puncak tiang.

Hal itu terjadi saat Pemda Konut tengah memperingati detik-detik HUT Kemerdekaan RI ke-76 yang jatuh setiap 17 Agustus. Nampak pada video zoom Pemda Konut, pasukan pengibar bendera (Paskibra) yang tengah bersiap mengikat tali pada tiang, secara tiba-tiba bendera merah putih terjatuh  dan mengenai tiga orang Paskibraka.

Nampak beberapa anggota TNI dan Polri dengan cepat menghampiri para pengibar bendera.

Menanggapi insiden tersebut, Pengurus Wilayah Serikat Mahasiswa Muslim Indonesia (SEMMI) Sulawesi Tenggara meminta kepada semua pihak, agar hal tersebut tidak perlu dibesar-besarkan.

Ketua PW SEMMI Sultra, Asbar Pranandi

Ketua PW SEMMI Sultra, Asbar Pranandi mengatakan bahwa upacara Pengibaran Bendera itu seremonial, yang terpenting adalah bagaimana kita, rakyat indonesia mampu mengambil semangat perjuangan para pahlawan yang telah gugur memperjuangkan tanah air hingga merdeka seperti sekarang ini.

Baca Juga:  McDonald's Kendari, Investasi dan Ke(siap)an Daging Lokal Kita

“Momentum pengibaran bendera merah putih pada acara 17 agustus 2021 merupakan seremonial dari serangkaian peringatan hari kemerdekaan Indonesia yang harapannya adalah kita, generasi penerus mampu mengambil hikmah dan semangat persatuan dan perjuangan para pahlawan bangsa,” ujar Ketum SEMMI Sultra di sekretariatnya (17/8).

Lebih lanjut Asbar mengatakan bahwa jatuhnya bendera merah putih adalah Insiden yang tidak diharapkan oleh semua pihak. Insiden ini biasa terjadi karena kita adalah manusia biasa. Tak perlu dibesar besarkan, yang pasti bendera merah putih telah berkibar dan kita semua sebagai warga negara wajib menjaga agar terus berkibar di tanah air.

“Insiden ini biasa yah, biasa terjadi. pernah terjadi di NTT, dan masih banyak lagi. soal jatuhnya bendera merah putih Konut itu janganlah di besar-besarkan. Bendera Merah Putih sudah berkibar gagah di konut. warga konut dan kita semua wajib menjaganya,” lanjut Pria yang juga karateker KNPI Sultra ini.

“Kita mesti melihat secara holistik yah bahwa adik-adik Pasukan Pengibar Bendera Merah Putih dan seluruh warga masyarakat di Konawe Utara tidak secuil pun dihatinya dan niatan menginginkan Insiden Jatuhnya Bendera Merah Putih itu terjadi di momentum besar bagi Republik ini. mereka itu lelah berlatih siang malam agar sang merah putih berkibar di Bumi Oheo dengan Gagah Perkasa. Mari jaga pikiran dan hati kita di Hari Kemerdekaan Indonesia. Merdeka,” pungkasnya.

Baca Juga:  Bupati Konawe Utara dan Forkompinda Bagikan Biosel Sanitizer Konasara ke Sekolah-Sekolah

Sebelumnya atas insiden di Konawe Utara ini, Bupati Konut, Ruksamin meminta maaf kepada rakyat Indonesia atas insiden jatuhnya Bendera Merah Putih.

“Kami meminta maaf sebesar-besarnya kepada seluruh rakyat terkait dengan jatuhnya bendera merah putih,” kata Ruksamin setelah insiden tersebut, Rabu (17/8/2021).

Kata Ruksamin, insiden itu terjadi saat Bendera Merah Putih sudah sampai ke puncak tiang dan sementra diikat oleh Paskibra.

“Bendera sementara diikat, namun pengait bendera tersebut patah yang mengakibatkan bendera jatuh. Alhamdulillah, tidak sampai ke tanah karena langsung ke pangkuan Paskibraka,” terangnya. (red/asb)

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS: 0