HomeDaerahSumatera

Insiden Penembakan di Lubuklinggau, Ombudsman RI: Salah Siapa?

Insiden Penembakan di Lubuklinggau, Ombudsman RI: Salah Siapa?

JAKARTA, SUARADEWAN.com – Insiden penembakan oleh oknum kepolisian yang terjadi di Lubuklinggau, Sumetara Selatan menuai respons kontra dari beberapa pihak. Kepolisian disalahkan karena tindakannya tersebut dinilai tidak manusiawi.

Menanggapi hal itu, Anggota Ombudsman Republik Indonesia (ORI) Adrianus Eliasta Meliala menerangkan bahwa tindakan kepolisian tidak melulu bisa disalahkan. Bahwa ada beberapa standar umum yang bisa digunakan untuk menilai sesuatu itu benar atau salah, termasuk dalam kasus penembakan tersebut.

Menurut Adrianus, salah atau tidak tindakan oknum kepolisian ini jangan hanya dinilai dari efek yang ditimbulkannya (hasilnya), melainkan juga harus dilihat dari proses yang jadi sebab terjadinya tindakan penembakan.

Baca Juga:  Rentetan Suara Senjata, Tiga Personel Polisi Tewas Sekitar Pengeboran Minyak

“Bukan dianggap salah yang dilihat adalah hasilnya, bagaimana kalau di dalam mobil itu ada gerombolan penjahat? Kalau begitu kan pasti kita memuji dia (pelaku penembakan),” tandas Adrianusi di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (25/4/2017).

Diterangkan pula bahwa kepolisian hari ini sudah memiliki prosedur pelayanan publik yang unik. Sehingga apapun tindakan pihak kepolisian di lapangan, semua harus diukur dari sejauhmana prosedur tersebut dijalankan.

Baca Juga:  Aksi Brutal 'Polisi Koboi' di Cengkareng Tewaskan 3 Orang

“Jangan hanya karena ada ibu-ibu dan lansia terus dianggap salah. Ukurlah tindakan itu dengan prosedur dan mekanisme,” lanjutnya.

Adalah lumrah jika di daerah ini sering terjadi tindakan kepolisian yang main hakim sendiri. Hal ini mengingat Lubuklinggau merupakan daerah yang rawan akan kejahatan. Apalagi diketahui bahwa statistik gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtinas) di Lubuklinggau menempati urutan kedua dari 15 kabupaten/kota di provinsi Sumatera Selatan. (ms)

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS: