Iran Vonis Penjara Tiga Warganya yang Murtad

© TWITTER/@HassanRouhani Mantan presiden Iran Hassan Rohani menerima tamu pemeluk Kristen dan memajang foto tersebut di akun Twitternya, beberapa waktu lalu.

TEHERAN, SUARADEWAN.com — Tiga warga Iran di Karaj yang pindah agama Kristen divonis penjara. Situs berita Article 18 melaporkan tiga orang itu diidentifikasi sebagai Milad Gourdarzi, Ameen Khaki, dan Alireza Nourmohammadi.

Dikutip dari Eurasia Review, Ahad (29/9), tiga orang yang pindah agama Kristen itu didakwa ‘menyebarkan propaganda dan melakukan kegiatan pendidikan menyimpang yang bertentangan dengan Islam’. Masing-masing mendapat hukuman lima tahun penjara dan 40 juta toman Iran atau sekitar 1.412 dolar AS.

Namun hukuman mereka dikurangi menjadi masing-masing dihukum tiga tahun penjara. Tiga terdakwa dibebaskan dengan jaminan sebesar 250 juta toman atau 8.828 dolar AS tapi harus melaporkan ke polisi setiap pekan.

Polisi menggerebek rumah mereka pada November 2020 lalu dan menyita sejumlah barang-barang mereka seperti laptop, telepon genggam, dan Alkitab. Benda-benda yang lain sudah dikembalikan tapi Alkitab tetap disita.

Berdasarkan hukum Iran, misionari, evangelisme, dan pindah agama Kristen, dapat dihukum hingga 10 tahun penjara. Hingga saat ini Iran melegalkan distribusi buku-buku Kristen dalam bahasa Persia.

Di KUHP Iran tidak ada pasal resmi yang menyatakan kemurtadan sebagai kejahatan. Tampaknya sudah dihapus sejak tahun 1994. Eksekusi terakhir atas kemurtadan dilakukan pada tahun 1990.

Namun walaupun tidak ada undang-undang hukum sipil resmi. Hakim dapat memvonis terdakwa bila tindaknya melanggar fatwa ulama. (rep)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

banner 728x90