Islamic Development Bank (IsDB) Bangun 6 RSIA di Indonesia

Dukungan Dana Sekitar Rp. 4,2 triliun atau USD 293 juta

Menkeu pada acara Ground Breaking The Strengthening of National Referral Hospitals and Vertical Technical Units, di Bali, pada Kamis (17/11).

DENPASAR, SUARADEWAN.com — Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menghadiri acara peletakan batu pertama gedung rumah sakit yang merupakan salah satu perjanjian kerja sama dengan Islamic Development Bank (IsDB) di bidang kesehatan. Kerjasama ini memiliki tujuan untuk meningkatkan pelayanan ibu dan anak di 6 rumah sakit vertikal di Indonesia.

“Untuk hari ini, kita mulai dengan rumah sakit di Bali yang merupakan salah satu rumah sakit terbesar di Indonesia,” ungkap Menkeu pada acara Ground Breaking The Strengthening of National Referral Hospitals and Vertical Technical Units, di Bali, pada Kamis (17/11).

Pada kesempatan tersebut, Menteri Keuangan menyampaikan apresiasinya kepada Dr. Muhammad Sulaiman Al Jasser selaku President of the Islamic Development Bank yang mendukung reformasi di bidang kesehatan, salah satunya melalui pembangunan proyek penguatan rumah sakit rujukan nasional dan unit teknis vertikal di Indonesia.

Baca Juga:  Siapkan Berkas Kelengkapanmu, Pendaftaran CPNS-CPPPK Dibuka 31 Mei

“Dr. Al Jasser dan Pak Budi mencanangkan reformasi di bidang kesehatan dan itu termasuk di sisi suplai, yaitu membangun penguatan puskesmas sampai dengan rumah sakit rujukan,” ucapnya.

Dalam proyek ini, menargetkan peningkatan enam rumah sakit vertikal pelayanan terpadu yaitu rumah sakit Dharmais sebagai pusat kanker nasional, kemudian rumah sakit Persahabatan di Jakarta, rumah sakit Hasan Sadikin di Jawa Barat Bandung, rumah sakit Sartjito di Yogyakarta, rumah sakit Profesor Ngoerah di Bali, dan Rumah Sakit Dr. Wahidin Sudirohusodo di Makassar.

“Dengan dukungan dana sekitar Rp. 4,2 triliun atau USD 293 juta dari Islamic Development Bank, melengkapi komitmen pemerintah untuk memperkuat pelayanan kesehatan di Indonesia,” ucap Sri Mulyani.

Selain itu, Menteri Keuangan juga menyatakan dukungannya atas reformasi di bidang kesehatan dengan meningkatkan alokasi anggaran belanja pemerintah pada tahun 2022 mencapai Rp 255,3 triliun. Dalam hal ini untuk memenuhi kebutuhan akan tenaga kesehatan, dokter, pembangunan laboratorium, serta berbagai fasilitas kesehatan lainnya.

Baca Juga:  DPR Apresiasi Pemerintah Dapat Opini WTP

“Kesehatan adalah masalah yang sangat penting dan pembiayaan tidak dapat dipisahkan. Tanpa pembiayaan, Anda tidak dapat mencapai sistem kesehatan yang baik di negara mana pun. Dan tanpa pembiayaan, Anda tidak dapat mempersiapkan dan membangun kesiapsiagaan dan respons pandemi secara efektif di tingkat global, tingkat regional, dan tingkat Negara,” tegas Menkeu.

Dengan begitu, Menkeu berharap adanya rumah sakit ini dapat membantu Bali untuk pulih dari pandemi, dan membantu banyak ibu dan juga anak-anak Indonesia dapat terlahir dengan sehat, aman, dan mendapatkan pelayanan kesehatan yang lebih baik.

“Tolong jalankan semua proyek ini dengan tata kelola yang baik dan integritas. Sehingga kita bisa membangun fasilitas yang tepat untuk banyak perempuan, ibu dan anak,” pungkasnya. (kemenkeu/ed)

Tinggalkan Balasan

banner 728x90