Jaga Toleransi di Jakarta, Dodi Ambardi: Para Elite Harus ‘Membereskan’ Diri Dulu

JAKARTA, SUARADEWAN.com – Terkait janji Anies Baswedan yang katanya akan mengelola dan menjaga toleransi di Ibu Kota pasca dirinya dilantik sebagai Gubernur DKI Jakarta, Direktur sekaligus peneliti Lembaga Survei Indonesia, Dodi Ambardi, memberi masukan.

Menurut Dodi, sulit untuk meredam intoleransi di Jakarta dalam waktu dekat ini. terlebih diketahui bahwa dua tahun ke depan, pemicu yang sama akan kembali digelar, yakni Pemilu Presiden 2019.

Untuk, jelas Dodi, jika pemimpin ingin meredam perpecahan politik di kalangan masyarakat yang hanya akan menghadirkan intoleransi, maka yang patut disembuhkan terlebih dahulu adalah para elitenya.

“Merekalah yang memobilisasi isu-isu sektarian, isu-isu SARA. Jadi mereka yang beres dulu,” kata Dodi di Jakarta beberapa waktu lalu.

Ia pun menyayangkan, andai mereka (para elite) sebelumnya tidak berulah demikian, pastilah fakta meningkatnya intoransi di Jakarta hari ini tidak demikian krusialnya. Meski di satu sisi itu meningkatkan dukungan bagi kelompok tertentu.

“Kalau mereka, misalnya, tidak memantik api dengan isu SARA, saya kira polarisasi di tingkat pemiilihnya, akan menurun drastis,” tambahnya.

Hal lain yang juga dipandang sebagai pemicu konflik di tengah masyarakat adalah soal ketimpangan ekonomi.

“Disparitas di Jakarta itu dashyat, yang miskin, yang tidak bekerja, yang tidak sekolah. Tugas gubernur adalah membangun suasana persatuan itu dengan cara membereskan ketimpangan,” tuturnya.

Mengutip situs Sekretariat Kabinet, Upah Minimum Provinsi DKI pada tahun 2017 sebesar Rp3,3 juta. Sementara itu, merujuk data terakhir Badan Pusat Statistik DKI pada Maret 2015, setidaknya 3,93% warga DKI berada di bawah garis kemiskinan atau satu dari 25 warga Jakarta masuk kategori miskin. (ms)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

banner 728x90