oleh

Jamaah Ahmadiyah di Lombok Timur Diserang, 6 Rumah Rusak Parah

JAKARTA, SUARADEWAN.com — Jemaah penganut ajaran Ahmadiyah di Dusun Grepek Tanak Eat, Desa Greneng, Kecamatan Sakra Timur, Kabupaten Lombok Timur, Provinsi Nusa Tenggara Barat diserang oleh sekelompok warga Sabtu, 19 Mei 2018.

Kejadian tersebut mengakibatkan 6 (enam) rumah rusak beserta peralatan rumah tangga dan elektronik lainnya serta 4 Sepeda motor hancur.

“Sekarang saat ini 24 jiwa dievakusi di Mapolres Lombok Timur,” kata Yendra Budiana, Sekretaris Pers Pengurus Besar Jamaah Ahmadiyah Indonesia (PB JAI).

Yendra mengatakan, kelompok massa yang menyerang berasal dari daerah yang sama dengan melakukan perusakan karena sikap kebencian dan intoleransi pada paham keagamaan yang berbeda. Beruntung, kata Yendra, tak ada korban jiwa dalam peristiwa itu.

Baca Juga:  E-KTP Tak Terbit, Warga Ahmadiyah Dipaksa Tandatangani Surat Pernyataan Masuk Islam
Salah satu rumah warga Ahmadiyah yang diserang. (Istimewa)

Menurut Yendra, aksi kejadian amuk massa ini kerap berulang. Pihaknya juga telah melaporkan kepada aparat kepolisian dan beberapa kali dilakukan dialog yang dihadiri Polsek dan Polres Lombok Timur.

“Ini sejatinya sudah terindikasi mulai dari Maret 2018 dan dipertegas pada 9 Mei 2018 di desa yang berbeda,” ujar Yendra.

Atas kekerasan yang dialaminya, Jamaah Ahmadiyah Indonesia menuntut agar kepolisian memberikan jaminan terhadap komunitas Muslim Ahmadiyah di manapun di Indonesia.

Baca Juga:  Politisi Keras Mengecam Rohingya, Tapi Diam Soal Yaman dan Ahmadiyah Yang Jadi Pengungsi Di Negeri Sendiri

“Kami juga meminta jaminan pemerintah pusat dan daerah agar kami dapat tinggal di rumah yang kami miliki serta melaksanakan ibadah,” kata Yendra.

Aparat kepolisian juga dituntut untuk bersikap adil, yaitu menindak para pelaku teror dan kriminal yang melakukan penyerangan, perusakan dan pengusiran. (mc)

Salah satu rumah warga Ahmadiyah yang diserang. (Istimewa)

Komentar

Berita Lainnya