HomeDPR RI

Jawa Barat Jadi Basis Operasi Klandestin Militan ISIS

Jawa Barat Jadi Basis Operasi Klandestin Militan ISIS

JAKARTA, SUARADEWAN.com – Setelah semakin terdesak di Timur Tengah, khususnya setelah pertempuran yang terjadi di sekitar Mosul, Irak, diduga kombatan yang berasal dari Asia yang berhasil selamat akan kembali ke negara asalnya.

Wakil Ketua Komisi I Tubagus Hasanuddin menuturkan, berdasarkan data intelijen, ada tiga negara ASEAN yang ditarget untuk menjadi basis teritori mereka. Yakni Indonesia, Filiipina bagian selatan, dan Thailand Selatan.

Untuk di Indonesia, sebagaimana yang sudah diprediksi sejak awal, mereka siap untuk melakukan pelatihan di beberapa tempat yang memenuhi persyaratan, antara lain sesuai geografinya, diluar jangkauan pemantauan aparat intelijen, dan cukup makanan.

“Antara lain misalnya di daerah Sulawesi bagian selatan. Dan ambon, yang pernah ada konflik. Terutama di daerah Halmahera,” katanya..

Mayor Jenderal TNI (Purn.) ini menambahkan, wilayah urban di Provinsi Jawa Barat menjadi tempat favorit para teroris ini untuk melakukan operasi bawah tanah, sebab lokasinya tidak jauh dengan Ibukota.

“Kalau basis operasional untuk melaksanakan klandestin (aktifitas bawah tanah) paling banyak di daerah urban Jawa barat. Seperti Bogor, sekitar Bekasi, kemudian juga Depok dan seterusnya. Atau mereka masuk ke titik tertentu yang targetnya adalah dekat dengan wilayah ibukota,” tukas Tubagus.

Politikus PDIP ini juga mewanti-wanti soal pelaksanaan Pilkada DKI Jakarta. Menurutnya, hiruk-pikuk politik yang terjadi DKI Jakarta belakangan ini bisa saja menguntungkan pihak teroris itu. Pasalnya, dalam berbagai kesempatan sempat muncul jargon-jargon khilafah.

“Bahwa suasana hiruk pikuk pilkada DKI itu menguntungkan dalam hal pengkondisian wilayah buat mereka iya. Suasana misalnya ada semangat khilafah itu sangat menguntungkan. Untuk prakondisi perlawanan mereka,” imbuhnya.

Tubagus berharap pemerintah segera meningkatkan pengawasan dan keamanan di tanah air. Termasuk dengan menjaga situasi ini dari kelompok intoleran dan melakukan penindakan atas pihak-pihak yang mengancam harmoni kebangsaan tersebut. (ZA)

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS: