HomeRagamOlahraga

Jelang Derby, AC Milan Malah Loyo dan Inter Dalam Tren Positif

Jelang Derby, AC Milan Malah Loyo dan Inter Dalam Tren Positif

SUARADEWAN.com — Ada apa gerangan AC Milan? Jelang mega duel menghadapi Inter Milan kok malah loyo. AC Milan mulai menunjukkan inkonsistensi di beberapa pekan terakhir.

Mereka sulit menang, terakhir kali mereka ditahan imbang klub Serbia, Red Star Belgrade dengan skor 2-2 di leg pertama babak 32 besar Liga Europa pada Jumat 19 Februari 2021.

Itu merupakan kelanjutan performa minor skuad asuhan Stefano Pioli dengan gagal meraih kemenangan di 2 laga beruntun. Sebelumnya mereka secara mengejutkan takluk dari Spezia di Serie A dengan skor 0-2, 14 Februari 2021.

Kondisi tersebut tentu mengkhawatirkan mengingat Milan butuh sebuah pelecut semangat menyambut duel besar kontra Inter Milan akhir pekan ini.

Derby Milan pada musim ini terbilang sangat spesial. Untuk pertama kalinya setelah sekian lama, kedua tim akan bertarung untuk berebut posisi puncak. Pertarungan kedua tim pun bakal menjadi salah satu momen kunci penentu scudetto musim ini. Jika Milan menang, maka mereka akan kembali ke puncak dan menjaga peluang juara.

Namun, jika Inter menang, maka Milan akan tertinggal empat poin di klasemen yang mana hal itu tidaklah ideal. Kedua tim diyakini bakal menurunkan skuad terbaik mereka di laga ini.

AC Milan yang harus menyimpan Ibrahimovic di Liga Europa bakal kembali turun dengan formasi 4-2-3-1. Sementara Inter akan tetap setia memakai formasi 3-5-2.  Dalam laga ini, Inter Milan lebih diunggulkan ketimbang AC Milan.

Baca Juga:  Inter Milan Tampil Ganas dan Bantai AC Milan di Derby Della Madonina

3 Alasan Inter Milan Akan Kalahkan AC Milan

Setidaknya ada tiga alasan mengapa I Nerazzurri difavoritkan untuk menang. Apa saja itu? Berikut ulasannya.

1. Permainan Lebih Solid

Meski sama-sama bersaing di papan atas, namun ada perbedaan kualitas permainan antara AC Milan dan Inter Milan. Seperti diketahui, Inter saat ini memiliki gaya main yang lebih dominan ketimbang Milan.

Hampir di tiap laga, Inter selalu mendominasi penguasaan bola dan serangan, Meski hasilnya tak selalu baik, namun skuad asuhan Antonio Conte menunjukkan identitas mereka sebagai klub besar.

Sebaliknya, AC Milan melakoni musim ini dengan ajaib. Melihat dari permainan skuad asuhan Stefano Pioli maka akan terlihat bahwa Alessio Romagnoli dkk tak begitu dominan dalam permainan.

Milan cukup sering mencuri kemenangan dengan gaya yang lebih bertahan. Bahkan, melawan klub-klub papan tengah dan bawah Milan tak jarang harus tampil tertekan.

Bisa jadi ini adalah situasi yang disengaja oleh Pioli. Dengan skuad yang belum sepenuhnya matang, Pioli benar-benar memanfaatkan efektivitas permainan. Cukup mencetak gol lalu tampil bertahan.

2. Tren Positif

Saat ini Inter Milan tengah dalam tren positif. Situasi ini menjadi modal bagi mereka untuk menghadapi laga derby.  Inter Milan baru saja sukses menekuk Lazio 3-1 untuk merebut takhta klasemen dari Milan. Inter juga belum kalah di lima laga terakhir di Serie A.

Sebaliknya, Milan menjalani satu bulan terakhir dengan hasil kurang maksimal. Mereka menelan dua kekalahan dalam lima laga terakhir di Serie A.

Baca Juga:  Raih 11 Kemenangan Beruntun, Inter Milan Dekati Scudeto ke 19

Teranyar, baru pekan lalu Milan dibekuk oleh tim papan bawah, Spezia, dengan skor 2-0. Mereka juga harus rela ditahan imbang 2-2 oleh Red Star Belgrade di kandang.

Hal seperti ini sangat berpengaruh terhadap performa tim dalam pertandingan. Inter tentu tidak akan menyia-nyiakan momen ini dan berusaha meraih kemenangan untuk memperlebar jarak dengan Milan.

3. Potensi Blunder Taktik Pioli

AC Milan berpotensi dalam masalah di laga melawan Inter Milan. Kabarnya, Stefano Pioli bakal mencoba strategi baru di laga ini, yakni dengan formasi 4-4-2.

Taktik ini diterapkan untuk mengistirahatkan sejumlah pemain. Selain itu, Pioli ingin mencoba menduetkan Mario Mandzukic dengan Zlatan Ibrahimovic di lini depan.

Meski terlihat menakutkan, namun Milan era Pioli belum benar-benar teruji dengan skema di luar 4-2-3-1. Bahkan saat melawan Red Star tengah pekan lalu, mereka harus rela diimbangi setelah menggunakan formasi 4-3-3.

Di sisi lain, Inter Milan hampir tidak mungkin keluar dari formasi andalan Antonio Conte 3-5-2. Conte sudah begitu akrab dengan formasi ini dan siap tampil maksimal melawan AC Milan di Liga Italia.

Laga syarat gengsi ini selalu berlangsung ketat, di dua pertemuan terakhir Milan dan Inter sama-sama memperoleh kemenangan. Menarik disimak, siapa yang pantas jadi pemenang nanti? (red/bs)

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS: 0