Jokowi Dinilai Melanggar Konstitusi, Pendukung Jokowi Akan Mendukung Ganjar

SUARADEWAN.com, Jakarta – Usai Jokowi menyatakan bahwa jatah presiden selanjutnya adalah Prabowo Subianto banyak menuai kritik. Salah satunya dilontarkan oleh pendukung Jokowi sendiri. Pasalnya sikap Jokowi tersebut dinilai melanggar konstitusi konstitusi Undang Undang Dasar 1945.

Pendiri Negarawan Indonesia yang juga mengaku barisan pendukung Jokowi menilai pernyataan Jokowi yang memberikan sinyal dukungan kepada Prabowo sebagai bentuk pelanggaran terhadap konstitusi.

“Pernyataan Presiden Jokowi ‘setelah ini jatah Prabowo’ bertentangan dengan konstitusi karena Presiden RI dipilih langsung oleh rakyat,” kata pendiri Negarawan Indonesia, Johan O Silalahi, Rabu (9/11).

Baca Juga:  Ini Agenda Kegiatan Raja Salman Selama di Tanah Air

Mayoritas pendukung Jokowi, kata Johan, tidak mendukung pernyataan Presiden Jokowi.

“Saya yakin, mayoritas pendukung Presiden Jokowi, termasuk saya, sama sekali tidak mendukung pernyataan presiden terkait penggantinya nanti dalam Pilpres 2024 jatah Prabowo,” sambungnya.

Sesuai aturan konstitusi UUD 45 Pasal 6A, dijelaskan Johan, penentu siapa yang akan menjadi presiden adalah suara rakyat.

 

“Karena sesungguhnya Tuhan Yang Maha Kuasa yang sudah mengatur dan telah menentukan jauh sebelum waktunya, siapa yang akan menjadi pemimpin suatu bangsa atau suatu negara,” sambungnya

Baca Juga:  Wacana Pilkada Serentak 2024, Tito: Perlu Ditetapkan Menjadi Undang-Undang

Johan yang sebelumnya juga merupakan pendukung Jokowi memutuskan akan berjuang untuk mendukung sosok lain di luar Prabowo.

“Bersama ini saya akan berjuang mengawal Ganjar Pranowo. Kiranya Tuhan menggerakkan hati dan pikiran Ketua Umum PDIP, ibu Megawati untuk memilih Ganjar sebagai capres dari PDIP,” tandasnya.

Tinggalkan Balasan

banner 728x90