Jokowi Dinilai Mengganggu Kedaulatan Partai, Bappilu Partai Demokrat Beri Komentar

SUARADEWAN.COM, Jakarta – Jokowi akhir-akhir ini memang kerap kali meng-endorse menteri-menterinya dalam pencapresan 2024. Nama-nama yang keluar pun berubah-ubah. Hal itu dinilai tidak etis.

 

Terakhir Jokowi meng-endorse Prabowo Subianto sebagai capres yang akan memenangkan pertandingan merebut RI 1 di 2024 mendatang. Hal itu disampaikan oleh Jokowi pada HUT Partai Perindo yang ke-8.

 

Akibat sikapnya itu, Jokowi banyak menuai kritik, salah satunya dilontarkan oleh Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) Partai Demokrat.

Baca Juga:  Kritik Partai Demokrat, Max Sopacua: AHY Baru Masuk 2017, Sekarang Jadi Ketum

 

Seperti diberitakan TEMPO.CO, Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) Partai Demokrat, Andi Arief, menilai kedaulatan partai saat ini sedang diganggu oleh sosok yang berkecimpung di dunia politik. Menurut dia, Presiden Joko Widodo alias Jokowi terlalu mencampuri urusan kedaulatan partai soal penunjukan calon presiden atau Capres 2024.

 

“Sayangnya memang kedaulatan saat ini sedang diganggu oleh kepentingan dari personal politik yang kalau kita lihat saat ini Pak Jokowi terlalu mencampuri terlalu dalam urusan kedaulatan partai-partai. Ini jadi tidak sehat,” kata Andi.

Baca Juga:  Johan Budi: Statemen Luhut Komentar Pribadi Tak Mewakili Sikap Presiden

 

 

Andi menilai sikap Presiden Jokowi yang belakangan ini kerap meng-endorse nama-nama untuk maju calon presiden 2024 sebagai perbuatan tidak etis. Apalagi dilakukan oleh Presiden.

 

“Tampaknya kurang etis ya sebagai Presiden yang masih jauh-jauh hari meng-endorse Capres dan berganti-ganti yang di-endorse, kadang-kadang Airlangga, Ganjar, Prabowo, jangan-jangan lagi kebingungan ini,” kata dia.

 

 

Tinggalkan Balasan

banner 728x90